Memproduksi Mobil Hibrida di Indonesia Butuh Studi Mendalam

Ardi Mandiri, Insan Akbar Krisnamusi

Minggu, 23 April 2017 | 14:59 WIB
Memproduksi Mobil Hibrida di Indonesia Butuh Studi Mendalam
New Honda CR-Z, sedan sport bermesin hibrida, diluncurkan di Jakarta, Selasa (7/3) [honda-indonesia.com].
Lokalisasi produksi mobil hibrida yang diinginkan oleh pemerintah diakui cukup sulit dan butuh studi mendalam, baik dari sisi pabrikan maupun pemerintah. Hal ini tergantung banyak hal, mulai dari prospek volume penjualan, besaran insentif pajak, serta ketentuan-ketentuan lain dari pemerintah seperti tingkat komponen lokal minimal.
 
Pemerintah saat ini sedang meramu regulasi low carbon emission vehicles (LCEV) yang didalamnya berisi pemberian insentif pajak untuk kendaraan berteknologi alternatif seperti mobil hibrida, gas, atau listrik. Akan tetapi, untuk mendapatkan insentif pajak, ada kewajiban memproduksi di dalam negeri dengan tingkat komponen lokal tertentu.
 
Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT. Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengapresiasi niat pemerintah memberikan insentif pajak. Ia mengatakan, semua pabrikan sebenarnya sudah siap jika hanya bicara mengenai teknologi, baik itu hibrida, gas, bahkan hingga mobil listrik.
 
Akan tetapi, jika berbicara mengenai keharusan memproduksinya di dalam negeri dengan tingkat komponen lokal tinggi, urusannya menjadi lebih sukar. "Ketika mau produksi di sini, kan itu jadi ada perhitungan skala ekonominya," ucap Jonfis ketika ditemui pertengahan pekan ini di Alam Sutera, Tangerang.
 
Perhitungan mengenai volume penjualan mobi hibrida di pasar dalam negeri ini menjadi amat penting. Apalagi, kemungkinan mengekspor mobil hibrida, ucap Jonfis, sangat kecil karena pasar-pasar mobil hibrida sudah melakukan lokalisasi produksi.
 
Karena itu, Jonfis mengungkapkan pabrikan pasti perlu mempelajari secara mendalam jika mobil hibrida benar-benar harus diproduksi di dalam negeri dengan tingkat komponen lokal tinggi demi sebuah insentif pajak. Perhitungan itu harus mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual dan volume penjualan seperti besaran insentif, nilai investasi, dan kemungkinan segmen mobil bermesin konvensional yang bisa 'termakan'.
 
"Sampai sekarang saya rasa belum ada pabrikan yang siap untuk melakukan produksi mobil hibrida ya. Apalagi kalau komponen lokal dicanangkan sampai 80 persen," nilai Jonfis.
 
Pada kesempatan berbeda, Direktur Pemasaran PT. Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra, saat diwawancarai di Jakarta beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa mobil hibrida akan berharga di atas Rp200 juta walaupun mendapat insentif. Padahal, 60-70 persen konsumen mobil Indonesia tahun lalu memiliki daya beli di bawah Rp200 juta.
 
Sebagai informasi, pemerintah menargetkan Indonesia memiliki 2.200 unit mobil hibrida pada 2025. Institut Otomotif Indonesia menilai volume yang menjadi sasaran pemerintah terlalu kecil dan kurang ambisius untuk dapat memancing pabrikan-pabrikan membawa, apalagi memproduksi mobil hibrida mereka di Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Regulasi Otomotif di Indonesia Dinilai Banyak yang Sudah 'Basi'

Regulasi Otomotif di Indonesia Dinilai Banyak yang Sudah 'Basi'

Otomotif | Minggu, 23 April 2017 | 13:57 WIB

Saingi Avanza-Mobilio, Ini Tantangan yang Dihadapi Wuling

Saingi Avanza-Mobilio, Ini Tantangan yang Dihadapi Wuling

Otomotif | Minggu, 23 April 2017 | 11:46 WIB

Terkini

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

×