Jepang Akan Gantikan Baja dengan Kayu untuk Bikin Mobil

Liberty Jemadu

Rabu, 16 Agustus 2017 | 18:50 WIB
Jepang Akan Gantikan Baja dengan Kayu untuk Bikin Mobil
Ilustrasi interior mobil yang terbuat dari kayu. [Shutterstock]

Suara.com - Sejumlah produsen komponen mobil di Jepang mulai melirik kayu untuk dijadikan sebagai bahan baku untuk menggantikan baja. Pertimbangan ini juga didorong oleh tuntutan pasar global, yang menginginkan agar bobot mobil lebih ringan agar lebih irit bahan bakar.

Para ilmuwan Jepang dan produsen komponen mobil mengaku bahwa material yang terbuat dari pulp kayu, yang bobotnya seperlima lebih ringan dari bobot baja tetapi diklaim lima kali lebih kuat.

Serat nano selulosa (celulosa nanofiber), nama material dari kayu itu, diharapkan bisa menggantikan baja dan bersaing dengan serat karbon untuk membuat mobil dalam beberapa dekade mendatang.

Penggunaan material yang lebih ringan memang krusial bagi industri otomotif, terutama dengan dimulai era mobil listrik. Alasannya semakin ringan sebuah mobil semakin kecil baterai yang diperlukan dan dengan demikian semakin murah biaya untuk memproduksi serta memiliki mobil listrik.

"Bobot mobil adalah masalah yang terus-menerus kami hadapi," kata Masanori Matsushiro, seorang manajer proyek bidang desain bodi mobil pada Toyota Motor Corp.

Meski demikian, ia menambahkan, bahwa material baru yang lebih ringan harus dipastikan memiliki biaya produksi yang murah sebelum dimanfaatkan untuk membuat mobil.

Saat ini para ilmuwan di Universitas Kyoto, Jepang dan beberapa produsen komponen mobil seperti Denso dan DaikyoNishikawa, sedang mengembangkan material baru yang mengombinasikan plastik dan serat selulosa. Material ini dibuat dengan cara menghancurkan serat pulp kayu hingga berukuran 1 micron (satu per seribu milimeter).

Serat nano selulosa selama ini telah digunakan dalam berbagai produk seperti tinta hingga layar transparan. Tetapi penggunaannya pada mobil baru diperkenalkan berkat proses yang dinamai "Kyoto Process".

Dalam proses ini serat-serat kayu yang telah diolah secara kimiawi akan dilumat bersama plastik, sembari dihancurkan hingga ke ukuran nano. Dengan proses ini para ilmuwan berhasil memangkas biaya produksi hingga seperlima lebih murah dari proses lainnya.

"Ini adalah aplikasi termurah, tetapi bisa menghasilkan material serat nano selulosa berkinerja tinggi. Ini adalah alasan mengapa kami memfokuskan pemanfaatannya pada komponen mobil dan pesawat terbang," jelas Hiroaki Yano, pemimpin penelitian tersebut.

Universitas Kyoto, bersama dengan para pemasok komponen otomotif, kini sedang membangun sebuah purwarupa mobil yang menggunakan komponen yang terbuat dari serat nano selulosa. Purwarupa ini direncanakan rampung pada 2020. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Elon Musk Tanggapi Pria Pembuat Cybertruck dari Kayu Senilai $15.000

Elon Musk Tanggapi Pria Pembuat Cybertruck dari Kayu Senilai $15.000

Otomotif | Rabu, 23 Oktober 2024 | 09:58 WIB

Terkini

Struktur Bodi Kia Sonet Dinilai Tak Stabil, Kantongi Satu Bintang Dalam Uji Keselamatan

Struktur Bodi Kia Sonet Dinilai Tak Stabil, Kantongi Satu Bintang Dalam Uji Keselamatan

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 18:50 WIB

Bos Toyota Akui Miliki Terlalu Banyak Model yang Bikin Bingung Konsumen

Bos Toyota Akui Miliki Terlalu Banyak Model yang Bikin Bingung Konsumen

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 16:35 WIB

Mengapa Daihatsu Terios Tua Masih Jadi Pilihan di Saat Pasar Dibanjiri Model SUV Baru

Mengapa Daihatsu Terios Tua Masih Jadi Pilihan di Saat Pasar Dibanjiri Model SUV Baru

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 14:50 WIB

Kredit Motor Kemahalan? Ini 5 Motor Rupawan Anti Culun Yamaha Cuma 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar

Kredit Motor Kemahalan? Ini 5 Motor Rupawan Anti Culun Yamaha Cuma 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 14:22 WIB

6 Motor Listrik Harga di Bawah Honda Scoopy: Cocok untuk Pelajar dengan Jarak Tempuh Jauh

6 Motor Listrik Harga di Bawah Honda Scoopy: Cocok untuk Pelajar dengan Jarak Tempuh Jauh

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 13:01 WIB

Kompetisi Modifikasi Jadi Puncak Perayaan 10 Tahun Aerox Alpha di Jakarta

Kompetisi Modifikasi Jadi Puncak Perayaan 10 Tahun Aerox Alpha di Jakarta

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 12:32 WIB

Indomobil Rilis Tyranno X Motor Listrik Pendatang Baru dengan Jarak Tempuh 160 Km

Indomobil Rilis Tyranno X Motor Listrik Pendatang Baru dengan Jarak Tempuh 160 Km

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 11:56 WIB

Mobil Mesin V6 Harga Mulai 30 Jutaan: Ini yang Harus Diketahui sebelum Bawa Pulang Mitsubishi Galant

Mobil Mesin V6 Harga Mulai 30 Jutaan: Ini yang Harus Diketahui sebelum Bawa Pulang Mitsubishi Galant

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 10:30 WIB

Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'

Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 08:04 WIB

Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan

Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:57 WIB