Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:51 WIB
Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta
Otoritas Malaysia menginvestigasi menyeluruh dugaan keterlibatan oknum bandara terkait kasus kopilot pembawa 26 kilogram ekstasi. (Antara)
baca 10 detik
  • Polisi Malaysia memeriksa dua petugas Avsec KLIA terkait kasus penyelundupan 26 kilogram narkoba.

  • Kepolisian menegaskan tidak akan meminta ekstradisi pilot karena proses hukum berjalan di Indonesia.

  • Penyelidik memburu sosok terduga pemasok narkoba yang menyerahkan barang haram di wilayah Ampang.

Suara.com - Kepolisian Malaysia resmi memeriksa dua petugas Aviation Security (Avsec) untuk membongkar jaringan pemasok narkoba yang melibatkan seorang pilot maskapai Malaysia Airlines. Langkah hukum ini diambil guna menyelidiki celah keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) hingga barang haram tersebut bisa lolos ke penerbangan internasional.

Direktur Departemen Siasatan Jenayah Narkotik (NCID) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengonfirmasi bahwa kedua personel Avsec tersebut diperiksa pada Kamis (6/8).

"Tidak ada penangkapan yang dibuat. Kami merekam pernyataan personel AVSEC untuk membantu penyelidikan yang sedang berlangsung," ungkapnya saat dihubungi pada Jumat (7/8/2026), dikutip dari The Star.

Pilot Malaysia Mohd Saufi bin Othman (IG)
Pilot Malaysia Mohd Saufi bin Othman (IG)

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan melayangkan permohonan ekstradisi terhadap oknum penerbang tersebut.

"Kami tidak akan meminta ekstradisi karena pilot tersebut akan menghadapi proses hukum di Indonesia," kata Hussein menambahkan.

Penyidik kini terus mendalami seluruh petunjuk untuk meretas mata rantai sindikat yang mensuplai narkoba kepada sang pilot. Berdasarkan hasil penelusuran awal, tersangka diketahui menerima pasokan barang terlarang tersebut di wilayah Ampang, dua hari sebelum jadwal penerbangannya.

Kepolisian Malaysia juga berkoordinasi intensif dengan otoritas Indonesia untuk memetakan keterkaitan dengan sindikat lokal di tanah air.

"Kami juga bekerja sama dengan pihak Indonesia untuk melihat hubungan dengan sindikat Indonesia," jelasnya.

Meski belum ada tersangka baru yang ditetapkannya di tingkat lokal, polisi telah mengantongi sosok yang dicurigai.

baca juga

"Sementara belum ada tersangka yang diidentifikasi secara lokal, penyelidikan telah mengungkapkan 'sosok yang menarik perhatian' bagi polisi," tutur Hussein.

Proses pemindaian bagasi penumpang dan kru sepenuhnya menjadi ranah operasional Avsec di bawah manajemen Malaysia Airports. Direktur Jenderal Agensi Kawalan dan Perlindungan Sempadan Malaysia (AKPS), Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain, memastikan jajarannya tidak terlibat langsung dalam pemindaian X-ray tersebut.

"Ya, saya bisa mengonfirmasi bahwa petugas dari lembaga di bawah AKPS, termasuk Departemen Bea Cukai, tidak terlibat dalam proses pemindaian bagasi menggunakan mesin pemindai X-ray di KLIA," ujar Shuhaily.

Temuan awal menunjukkan tidak ada objek mencurigakan yang terdeteksi saat tas milik pilot melewati pemindai.

"Dia menjalani dan lolos dari semua prosedur pemindaian keamanan. Namun, polisi melalui NCID kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan bagaimana 26 kg narkoba berhasil lolos dari sistem pemindaian bagasi bertolak ukur teknologi tinggi tersebut," terangnya.

Kasus besar ini pertama kali membongkar penyelundupan jaringan udara pada 28 Juli lalu di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Petugas gabungan Indonesia menciduk pilot pria berusia 39 tahun tersebut sesaat setelah mendarat.

Dalam penggeledahan barang bawaan tersangka, petugas menemukan 15 paket besar yang berisi 70.114 butir ekstasi serta narkotika jenis sabu dengan total berat mencapai 26 kilogram. Saat ini tersangka mendekam di sel tahanan Indonesia untuk menjalani proses hukum yang berlaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Segera Periksa Indra Wargadalem, Dalami Temuan 995 Senjata hingga Narkoba di Sekolah

Polisi Segera Periksa Indra Wargadalem, Dalami Temuan 995 Senjata hingga Narkoba di Sekolah

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Sahroni Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Karhutla Riau: Jangan Berhenti di Pelaku Lapangan

Sahroni Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Karhutla Riau: Jangan Berhenti di Pelaku Lapangan

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Polisi Malaysia Kirim Tim Investigasi Kejar Jaringan Narkoba Pilot KLIA di Jakarta

Polisi Malaysia Kirim Tim Investigasi Kejar Jaringan Narkoba Pilot KLIA di Jakarta

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Terkini

Diamankan di Jakarta Bersama 4 Orang Lain, Detik-detik Bupati Bolmut Kena OTT KPK

Diamankan di Jakarta Bersama 4 Orang Lain, Detik-detik Bupati Bolmut Kena OTT KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 20:35 WIB

Siswi SD di Sukabumi Diduga Jadi Korban Asusila, Begini Kronologinya

Siswi SD di Sukabumi Diduga Jadi Korban Asusila, Begini Kronologinya

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 20:34 WIB

OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dinas PUTR

OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dinas PUTR

News | Senin, 21 September 2026 | 20:27 WIB

BI Salahkan Kondisi Geopolitik Buat Rupiah Paling Loyo Hari Ini

BI Salahkan Kondisi Geopolitik Buat Rupiah Paling Loyo Hari Ini

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 20:23 WIB

DPR Cecar Mendikdasmen Soal Smart Board di SD NTT: Sekolah Nggak Ada Listriknya

DPR Cecar Mendikdasmen Soal Smart Board di SD NTT: Sekolah Nggak Ada Listriknya

News | Senin, 21 September 2026 | 20:20 WIB

Minta PDIP Berani 'Ingatkan Presiden', WALHI Adukan Krisis Ekologi dan Tata Ruang ke DPR

Minta PDIP Berani 'Ingatkan Presiden', WALHI Adukan Krisis Ekologi dan Tata Ruang ke DPR

News | Senin, 21 September 2026 | 20:13 WIB

Viral Video Dugaan Ucapan Rasis Dirtek Java United Achmad Resal ke Shin Tae-yong

Viral Video Dugaan Ucapan Rasis Dirtek Java United Achmad Resal ke Shin Tae-yong

Bola | Senin, 21 September 2026 | 20:09 WIB

Tuai Kecaman Usai Disebut Ditutup-tutupi, Ini Alasan Ditjenpas Lepas Mas Bechi Lebih Awal

Tuai Kecaman Usai Disebut Ditutup-tutupi, Ini Alasan Ditjenpas Lepas Mas Bechi Lebih Awal

News | Senin, 21 September 2026 | 20:07 WIB

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapan Lawan Malaysia?

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapan Lawan Malaysia?

Bola | Senin, 21 September 2026 | 20:05 WIB

Dua Laga Nirgol, Fikron Afriyanto Ungkap Kunci Kokohnya Pertahanan Kendal Tornado FC

Dua Laga Nirgol, Fikron Afriyanto Ungkap Kunci Kokohnya Pertahanan Kendal Tornado FC

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 20:04 WIB

×