Aliansi Nissan Gaet Dongfeng Demi Produksi Mobil Listrik di Cina

Dythia Novianty, Insan Akbar Krisnamusi

Rabu, 30 Agustus 2017 | 09:48 WIB
Aliansi Nissan Gaet Dongfeng Demi Produksi Mobil Listrik di Cina
Logo Nissan. (Shutterstock)

Suara.com - Aliansi Nissan mengumumkan niat memproduksi dan menjual mobil listrik murah di Cina pada 2019. Demi rencana ini, aliansi Nissan menggaet pabrikan lokal, Dongfeng Motor.

Aliansi Nissan, seperti diwartakan Reuters pada Selasa (29/8/2017), mengumumkan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan Dongfeng. Perusahaan gabungan itu kelak bernama eGT New Energy Automotive Corporation.

Sebanyak 50 persen saham perusahaan tersebut bakal dimiliki oleh Dongfeng. Sisanya kemudian dibagi rata antara Nissan dengan salah satu anggota aliansi mereka yaitu Renault.

"Pergerakan Renault dan Nissan ini menunjukkan komitmen kami untuk menciptakan mobil listrik berharga kompetitif di pasar Cina," kata Chairman of The Board Aliansi Nissan, Carlos Ghosn, melalui pernyataan pers.

Keterangan resmi Nissan sendiri tidak menyebutkan mengenai nilai investasi maupun detail produk. Namun, beberapa waktu lalu Ghosn sempat menyebutkan keinginannya memasarkan mobil listrik murah berharga di bawah 8.000 dollar AS (Rp106,76 juta) setelah insentif pajak.

Sumber dalam aliansi juga memberitahukan Reuters kalau mobil listrik berharga terjangkau itu nantinya menggunakan platform sport utility vehicle (SUV) ringkas milik Renault-Nissan. Platform itu digunakan pula di India untuk membuat crossover Renault Kwid serta Datsun Redi-go.

Adapun produksinya bakal dilakukan di pabrik milik Dongfeng.

Dongfeng sendiri merupakan partner lama Nissan yang juga sudah membantu memproduksi mobil listrik Nissan Leaf di Cina sejak 2014. Leaf, yang di sana dijual dengan merek Venucia e30, mengalami kesulitan karena harganya yang tak kompetitif.

Dongfeng, selain berpartner dengan Nissan, juga bermitra dengan Kia dan Honda.

baca juga

Para pabrikan kini memang seperti berkejaran dengan waktu untuk memproduksi dan menjual mobil listrik murah di Cina demi membentuk pasar. Pasalnya, pemerintah negara komunis itu berencana segera mensahkan persyaratan kontribusi penjualan minimum bagi mobil listrik dan mobil hibrida untuk masing-masing pabrikan.

Tiap pabrikan rencananya diwajibkan untuk bisa menjual mobil listrik dan hibrida sebanyak 8 persen dari total penjualan mereka pada tahun depan. Kontribusi itu ditingkatkan lagi menjadi 10 persen pada 2019, dan 12 persen pada 2020.

Tak heran, sebelum aliansi Nissan, sudah ada Volkswagen dan Ford yang mengumumkan pembentukan perusahaan patungan dengan pabrikan lokal untuk mobil listrik.

Pabrikan-pabrikan global tentunya tak mau melewatkan kesempatan untuk menikmati pasar Cina, yang telah menjadi pasar mobil listrik terbesar dunia.

Bahkan, Toyota sampai memperbanyak anggaran riset mereka untuk mobil listrik. Langkah ini diakui turut disebabkan oleh kebijakan pemerintah Cina yang agresif dalam membuat regulasi pengembangan pasar mobil listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cina Tertarik Bangun Pabrik Mobil Listrik di Bali

Cina Tertarik Bangun Pabrik Mobil Listrik di Bali

Otomotif | Senin, 28 Agustus 2017 | 18:21 WIB

Penjualan Nissan di Semester 1 di Atas VW, Bisa Kalahkan Toyota

Penjualan Nissan di Semester 1 di Atas VW, Bisa Kalahkan Toyota

Otomotif | Jum'at, 28 Juli 2017 | 13:55 WIB

Aliansi Nissan Yakin Jadi Pabrikan Terbesar Dunia Tahun Ini

Aliansi Nissan Yakin Jadi Pabrikan Terbesar Dunia Tahun Ini

Otomotif | Senin, 03 Juli 2017 | 15:43 WIB

Terkini

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×