Menyetir Saat Capek Sama Bahayanya dengan Sambil Mabuk

Dythia Novianty, Insan Akbar Krisnamusi

Rabu, 08 November 2017 | 13:50 WIB
Menyetir Saat Capek Sama Bahayanya dengan Sambil Mabuk
Ilustrasi lelaki menyetir saat mabuk. [Shutterstock]

Suara.com - Dua penelitian terkini mengungkapkan, menyetir saat kondisi tubuh sedang amat capek dan kurang tidur sama bahayanya dengan menyetir sewaktu mabuk.

Para ilmuwan dari UCLA dan Universitas Tel Aviv, seperti diwartakan Autoexpress, belum lama ini, menemukan bahwa kelelahan berlebih dan minum alkohol terlalu banyak ternyata memberikan pengaruh mirip pada otak. Otak diketahui menjadi lebih lamban dan kurang efisien dalam mempersepsikan dan memproses gambaran visual.

Kesimpulan didapat setelah meneliti plus mengomparasi 1500 sel otak di area yang mengolah persepsi visual dan memori pada orang-orang kelelahan serta mabuk.

Karena itu, menyetir di dua kondisi tersebut dikatakan sama bahayanya. Tim ilmuwan yang meneliti pun menyarankan agar regulator lalu lintas mulai memikirkan sesuatu untuk mengantisipasi potensi bahaya dari pengemudi yang lelah atau kurang tidur.

"Belum ada standar, baik secara hukum maupun medis, untuk mengidentifikasi pengemudi kelelahan seperti saat kita mengidentifikasi pengemudi mabuk," ucap Dr. Itzhak Fried yang memimpin riset.

Dari penjelasan Fried, pengemudi kelelahan atau mabuk membahayakan tak hanya dirinya, tapi juga pengguna jalan lain termasuk pejalan kaki.

"Otak pengemudi yang kecapekan melihat dan bereaksi lebih lamban terhadap pejalan kaki," ujarnya.

Studi UCLA dan Universitas Tel Aviv seakan melengkapi penelitian sebelumnya dari AAA Foundation for Traffic Safety. Riset tersebut mengungkapkan, mengemudi sambil mengantuk sama pula bahayanya dengan menyetir ketika mabuk karena waktu bereaksi serta fokus yang berkurang.

Disebutkan, mereka yang tidur 6-7 jam sebelum menyetir memiliki risiko 1,3 kali lebih besar untuk tabrakan, sementara orang-orang yang tidur 5-6 jam mempunyai risiko 1,9 kali lebih besar untuk tabrakan.

baca juga

Pengemudi yang tidur hanya 4-5 jam sebelum membawa mobil malah berisiko 4,3 kali untuk mengalami tumbukan dengan kendaraan atau pejalan kaki. Adapun yang tidur kurang dari 4 jam berpotensi menderita insiden dengan pengguna jalan lain 11,5 kali lebih besar.

Rekomendasi waktu tidur yang cukup jika ingin mengemudi ialah 7 jam atau lebih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menyetir Mobil, Perempuan Saudi Ditahan

Menyetir Mobil, Perempuan Saudi Ditahan

Otomotif | Senin, 09 Oktober 2017 | 21:43 WIB

Lelaki Ini Biarkan Bocah Nyetir Land Rover di Sirkuit Nurburgring

Lelaki Ini Biarkan Bocah Nyetir Land Rover di Sirkuit Nurburgring

Otomotif | Jum'at, 28 Juli 2017 | 16:56 WIB

Gara-gara Dua Bocah, Mobil Masuk Selokan

Gara-gara Dua Bocah, Mobil Masuk Selokan

Otomotif | Senin, 24 Juli 2017 | 08:00 WIB

Terlalu Lama Menyetir Bisa Turunkan Kesuburan Lelaki

Terlalu Lama Menyetir Bisa Turunkan Kesuburan Lelaki

Health | Jum'at, 16 Januari 2015 | 13:37 WIB

"4 Wajib" Saat Berkendara di tengah Hujan

"4 Wajib" Saat Berkendara di tengah Hujan

Otomotif | Senin, 01 Desember 2014 | 14:22 WIB

Jangan Kenakan Sepatu Hak Tinggi Saat Menyetir

Jangan Kenakan Sepatu Hak Tinggi Saat Menyetir

Otomotif | Senin, 29 September 2014 | 16:27 WIB

Terkini

Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis

Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon

Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon

Sulsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos

Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Surat untuk Hari yang Telah Berlalu

Surat untuk Hari yang Telah Berlalu

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:09 WIB

TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa

TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:02 WIB

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:36 WIB

×