Dongfeng Sokon Mulai Ekspor Mobil dari Indonesia Pertengahan 2018

Liberty Jemadu, Insan Akbar Krisnamusi

Selasa, 28 November 2017 | 20:17 WIB
Dongfeng Sokon Mulai Ekspor Mobil dari Indonesia Pertengahan 2018
Perakitan mobil di pabrik Dongfeng Sokon di Cikande, Banten, Selasa (28/11). [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]

Suara.com - Produsen otomotif asal Cina Dongfeng Sokon menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi mereka, dengan Asia Tenggara (ASEAN) sebagai tujuan ekspor utama. Sokon memperkirakan, ekspor mobil dari Indonesia sudah bisa dimulai pada pertengahan 2018.

Demi menjadikan Indonesia basis produksi mereka, Sokon berinvestasi 150 juta dollar AS (Rp2,02 triliun) untuk membangun pabrik berkapasitas 50.000 unit per tahun di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.

Pabrik yang merakit mobil pikap SuperCub dan sport utility vehicle (SUV) Glory 580 itu sendiri baru saja diresmikan pada Selasa (28/11/2017). Pabrik di Cikande ini merupakan fasilitas perakitan mobil setir kanan pertama bagi Sokon di seluruh dunia.

"Sokon Group Ltd Hongkong, bersama PT. Kaisar Motorindo, membangun pabrik ini dengan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar ASEAN dan global," kata Co-Chief Executive Officer PT. Sokonindo Automobile (SA), Alexander Barus, dalam seremoni pembukaan pabrik.

Alexander, ketika ditemui setelah seremoni, menjelaskan bahwa Sokon berharap ekspor sudah bisa dimulai pada pertengahan tahun depan. Sokon berencana mengapalkan Supercub dan Glory 580 ke negara-negara ASEAN terlebih dahulu.

"Sekarang produksi pabrik kami masih satu shift dengan volume 15 ribu unit per tahun. Target kami, sih, 20 persen dari itu untuk ekspor. Tapi kami akan melihat perkembangan pasar," papar Alexander.

Direktur Pemasaran SA, Franz Wang, menerangkan, beberapa negara tujuan ekspor ialah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Taiwan. Ia juga membuka kemungkinan memperluas ekspor Sokon dari Indonesia ke beragam negara di luar ASEAN, meski ada di antara negara-negara itu yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia.

Ini karena Indonesia memiliki keunggulan geografis.

"Mobil dari Cina dan Jepang saat dikirim ke seluruh dunia sebenarnya masih harus lewat Indonesia, khusus Selat Malaka. Mengekspor dari Indonesia punya keunggulan geografis sehingga mengurangi biaya," papar Wang.

"Selama Anda melakukan tur pabrik tadi, yang Anda lihat memang perakitan mobil setir kanan. Tapi pabrik ini juga bisa membuat mobil setir kiri," sambungnya lagi.

Namun, Wang menjelaskan, prioritas utama pabrik Sokon di Cikande tetaplah memenuhi permintaan domestik terlebih dahulu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Mobil PHEV Terlaris April 2026, Merek China Kuasai Pasar Indonesia

10 Mobil PHEV Terlaris April 2026, Merek China Kuasai Pasar Indonesia

Otomotif | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:16 WIB

Wuling Tergeser, Siapa Saja 5 Mobil China yang Kini Menguasai Indonesia?

Wuling Tergeser, Siapa Saja 5 Mobil China yang Kini Menguasai Indonesia?

Otomotif | Minggu, 16 November 2025 | 11:33 WIB

Terkini

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:10 WIB

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

×