Array

Mulai Februari Ada Gelar Akademik untuk Ahli Mobil Terbang

Jum'at, 26 Januari 2018 | 10:29 WIB
Mulai Februari Ada Gelar Akademik untuk Ahli Mobil Terbang
Ilustrasi mobil terbang (Shutterstock).

Suara.com - Mulai Februari, bakal ada program studi dan gelar akademik untuk melahirkan para ahli mobil terbang. Program tersebut dibuat oleh salah satu pionir mobil terbang bernama Sebastian Thrun.

Thrun merupakan sosok utama yang turut membidani kelahiran Waymo, divisi mobil swakemudi Google. Ia juga masih menjadi penasihat di Alphabet, perusahaan induk Google, dan teman baik dari Co-Founder Google, Larry Page.

Ilustrasi taksi terbang masa depan (Shutterstock).

Ia, seperti diwartakan Carscoops pada awal pekan ini, bakal menghadirkan program studi mobil terbang di sekolah online miliknya, Udacity, akhir bulan depan. Dia mengklaimnya sebagai 'gelar akademis nano (nanodegree) pertama di dunia untuk ranah mobil terbang'.

Sebastian Thrun, pemegang gelar PhD di bidang komputer dan mantan dosen di Universitas Stanford, turut mendirikan Udacity pada 2012. Program studi mobil swakemudi di Udacity telah diikuti oleh 50 ribu peserta didik sejak 2016.

Lelaki berusia 50 tahun itu percaya kurikulum baru mengenai mobil terbang mampu menarik sekurang-kurangnya 10 ribu peserta didik. Pendaftaran untuk mengikuti kelas sudah dimulai pada Selasa (24/1/2018) kemarin.

Udacity menawarkan dua masa pendidikan 12 pekan, dengan biaya US$1.200 dolar untuk masing-masing masa. Beberapa mata pelajaran di dalamnya ialah Aerial Robotics dan Intelligent Air Systems.

Desain mobil terbang SkyDrive yang dikembangkan dalam Cartivator Project. Toyota adalah salah satu investor dalam proyek ini (cartivator.com/Suara.com).

Di dalam sebuah wawancara, Sebastian Thrun mengatakan bahwa motivasi dia menciptakan program studi mobil terbang sama dengan ketika ia menghadirkan kelas mobil swakemudi.

Baca Juga: Uber Gandeng NASA, Siap Sediakan Mobil Terbang pada 2020

"Sulit sekali untuk mencari orang-orang yang berkualifikasi dalam mendesain dan membuat kendaraan masa depan, baik di darat maupun di udara, yang berisi teknologi canggih seperti robotik, kecerdasan artifisial, dan pembelajaran mesin," ujar Sebastian Thrun.

"Kita sekarang mengalami kurangnya sumber daya manusia yang sesuai bidang itu. Padahal, kita punya banyak orang yang pintar. Tautan yang hilang di antaranya adalah pendidikan," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI