Terlalu Ceper, Mobil Bergaya Camber Terjebak Polisi Tidur

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Selasa, 04 September 2018 | 13:15 WIB
Terlalu Ceper, Mobil Bergaya Camber Terjebak Polisi Tidur
Toyota FR-Z mesti didorong melewati polisi tidur [YouTube: ViralHog].

Suara.com - Modifikasi menjadi salah satu cara membuat tampilan besutan menjadi semakin menarik lagi selaras keinginan. Banyak sudah ide liar ditelurkan dari aktivitas ini. Hasilnya pun beragam. Tampak manis, garang, gagah, sampai mengundang tanda tanya. Tanpa mengabaikan unsur apresiasi tentunya.

Gaya camber adalah modifikasi atas kendaraan roda empat (R4) dengan tampilan menghasilkan sudut yang dibuat roda terhadap jalan, dan tampak secara visual dari depan dan samping.

Bila roda miring ke arah luar terhadap garis vertikal, maka disebut positive camber. Dan sebaliknya.

Salah satu komunitas R4 yang menerapkan gaya camber atas tunggangan modifikasi adalah JDM dari Amerika Serikat. Mereka tercatat gemar memodifikasi kendaraannya dengan sangat ekstrem.

Mengutip Autoevolution, sebuah Toyota FR-S dimodifikasi total pada bagian kaki-kakinya demi mendapatkan gaya positive camber. Dengan tampilan seperti demikian, jarak antara mobil dengan permukaan aspal hanya tersisa beberapa centimeter saja!

Konsekuensi bila terlalu ceper [YouTube: ViralHog].
Konsekuensi bila terlalu ceper [YouTube: ViralHog].

Bila meminjam istilah para pelaku modifikasi zaman old, jarak ini disebut, "sangat ceper sampai kaleng minuman bersoda atau kotak rokok pun tak bisa lewat di kolongnya."

Dari unggahan video yang ditampilkan ViralHog, tampak bahwa Toyota FR-S warna hitam itu sukses tersangkut di polisi tidur akibat terlalu ceper. Alhasil beberapa anggota komunitas mesti mendorong dari belakang agar mampu melewati polisi tidur, sedangkan satu orang berdiri di depan bermodalkan sebuah penyangga agar mempermudah lewat.

Meski terlihat memiliki tampilan sangat menarik, namun modifikasi ekstrem seperti ini bakal sangat merepotkan. Terlebih bila berbicara soal keamanan berkendara, modifikasi seperti ini tentu jauh dari kata aman.

Beberapa pecinta modifikasi yang gila akan gaya camber biasanya menggunakan suspensi udara agar posisi mobil bisa kembali pada keadaan standar. Namun pada video ini terlihat pemilik memilih modifikasi suspensi yang lebih murah dengan cara langsung menguncinya ke bagian roda.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengapa Ban Cadangan Mobil Lebih Kecil ?

Mengapa Ban Cadangan Mobil Lebih Kecil ?

Otomotif | Minggu, 02 September 2018 | 17:15 WIB

Mewah dan Berlapis Baja : Limosin Aurus Senat Milik Putin

Mewah dan Berlapis Baja : Limosin Aurus Senat Milik Putin

Otomotif | Minggu, 02 September 2018 | 21:00 WIB

Mimpi Besar Toyota Produksi 3,5 Juta Kendaraan pada 2030

Mimpi Besar Toyota Produksi 3,5 Juta Kendaraan pada 2030

Otomotif | Jum'at, 31 Agustus 2018 | 15:00 WIB

Catatan dari Event IFA 2018 di Jerman : Babak Baru Otomotif Dunia

Catatan dari Event IFA 2018 di Jerman : Babak Baru Otomotif Dunia

Otomotif | Jum'at, 31 Agustus 2018 | 17:00 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×