Startup Unicorn Indonesia Bisa Jadi Raja di Negeri Sendiri

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 13 September 2018 | 19:00 WIB
Startup Unicorn Indonesia Bisa Jadi Raja di Negeri Sendiri
Dua pengemudi ojek online dari Grab dan Go-Jek di Jakarta. [Shutterstock]

Suara.com - Go-Jek memperluas layanannya ke beberapa negara, terutama di kawasan Asia Tenggara, salah satunya Vietnam. Di negara itu, Go-Jek menggunakan nama Go-Viet dan menjadi ekspansi internasional Go-Jek yang pertama kali diluncurkan.

Namun sayangnya, langkah yang diambil Go-Jek untuk berinvestasi ke negara lain ini dinilai tidak mengutamakan pasar domestik.

"Harusnya meningkatkan penguasaan pasar dalam negeri terlebih dahulu seperti yang dilakukan negara Cina.  Pasar dalam negeri masih luas. Pemain didorong untuk menjadi penguasa dalam negeri. Baru kuasai pasar luar negeri. Belajar dari Cina yang punya keunggulan komparatif dan kompetitif dengan teknologi yang dimiliki," kata Satya Widya Yudha, Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Lebih lanjut, Satya Widya Yudha mengkhawatirkan, ekspansi ke Vietnam nantinya hanya akan dinikmati oleh negara Vietnam terutama dari sisi value chain.

"Jangan sampai Indonesia hanya jadi extended market dari para investor asing. Saya berharap startup unicorn Indonesia benar-benar bisa menjadikan negara ini sebagai pangsa pasarnya," ujar Satya Widya Yudha.

Berdasarkan laporan ABI Research’s Vehicle and Mobility Market Data Report, pada awal 2017 Grab hanya memiliki pangsa pasar 30 persen di pasar Indonesia. Sementara Go-Jek menguasai 58 persen pasar.

Pada akhir Juni 2018, Grab telah membuat perubahan yang mengesankan dengan peraihan pangsa pasar ride-hailing sebesar 62 persen.

Sebelumnya, Grab Indonesia mengklaim sudah menguasai 65 persen pangsa pasar ride hailing di Indonesia. Prestasi ini, diklaim berkat keberhasilan perusahaan mengembangkan berbagai layanan pendukung, seperti Grab Express dan Grab Food.

Untuk menyokong pertumbuhan Grab yang pesat, perusahaan yang berbasis di Singapura itu juga sudah mendirikan pusat riset di Jakarta yang menampung 150 teknisi lokal.

baca juga

Pendirian pusat riset juga merupakan bagian dari program Grab 4 Indonesia yang bertujuan untuk membantu Indonesia dalam menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berbeda Konsep, Parjo Masih Tawarkan Aksesoris Murah ?

Berbeda Konsep, Parjo Masih Tawarkan Aksesoris Murah ?

Otomotif | Kamis, 13 September 2018 | 18:15 WIB

ABS dan ESC : Bakal Menjadi Fitur Standar R2 Amerika Serikat

ABS dan ESC : Bakal Menjadi Fitur Standar R2 Amerika Serikat

Otomotif | Kamis, 13 September 2018 | 09:00 WIB

Lewat Go-Viet, Go-Jek Resmi Beroperasi di Dua Kota di Vietnam

Lewat Go-Viet, Go-Jek Resmi Beroperasi di Dua Kota di Vietnam

Tekno | Rabu, 12 September 2018 | 19:06 WIB

Ojol Ribut Aplikasi Fake GPS, Ini Pendapat Pemuka Agama

Ojol Ribut Aplikasi Fake GPS, Ini Pendapat Pemuka Agama

Otomotif | Rabu, 12 September 2018 | 20:00 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×