Ekspansi Tesla di Asia: Setelah China, Terbitlah India

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Ekspansi Tesla di Asia: Setelah China, Terbitlah India
Gerai Tesla di Oxford Street, London. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Tesla, perusahaan kendaraan R4 bertenaga listrik membidik India setelah buka pabrik di China.

Suara.com - Baru beberapa pekan berselang, Elon Musk, Chief Executive Officer (CEO) Tesla Incorporation mengumumkan bahwa perusahaan kendaraan roda empat (R4) bertenaga listrik yang dipimpinnya siap membuka pabrik di China. Tujuannya agar mampu memasarkan dua produk baru mereka: Tesla Model 3 dan Tesla Model Y dengan harga jauh lebih ekonomis.

Fasilitas pengisian baterai mobil milik Tesla (Shutterstock).
Fasilitas pengisian baterai mobil milik Tesla [Shutterstock].

Kini, Elon Musk yang menjadi pimpinan The Boring Company—pemrakarsa pembangunan terowongan jalan raya—serta SpaceX—untuk urusan kedirgantaraan dan ekspedisi angkasa luar, mengungkapkan bahwa perusahaan otomotif Tesla akan berekspansi ke India setelah China.

Lagi-lagi, platform media sosial Twitter menjadi sasarannya untuk berbagi informasi. Ia menyatakan bahwa India adalah pasar otomotif terbesar keempat di dunia.

"Kami akan sangat senang bakal berada di sana tahun ini. Jika tidak, pasti tahun berikutnya!" demikian cuitan Elon Musk, seperti dikutip dari Bloomberg.

Sebelumnya, Tesla Incorporation disebutkan tengah menyiapkan pabrik mereka di China sebagai fasilitas manufaktur kendaraan mereka yang pertama di luar Amerika Serikat. Dengan pembangunan pabrik ini, Elon Musk menyatakan bisa dijadikan salah satu strategi antisipasi Tesla, bila pasar otomotif di Negeri paman Sam menurun. Perencanaannya pun berlangsung selama empat tahun sebelum pabrik benar-benar beroperasi.

Meski tidak didesain sebesar pabrikan mereka di China, pasar otomotif India dinilai cukup potensial. Hanya, masalah insfrastruksur pengisian daya yang terbatas akan menjadi tantangan tersendiri untuk produsen mobil listrik yang datang ke negara dengan salah satu landmark Taj Mahal itu.

Berdasarkan data Bloomberg, India saat ini baru memiliki enam ribu unit kendaraan listrik. Sedangkan China telah memiliki 1,35 juta mobil listrik yang beroperasi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS