Toyota Masih Lakukan Studi untuk Hadirkan MPV Hybrid?

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Selasa, 23 April 2019 | 13:50 WIB
Toyota Masih Lakukan Studi untuk Hadirkan MPV Hybrid?
Toyota Sienta saat diluncurkan di arena IIMS 2016 [Suara.com/Liberty Jemadu].

Suara.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan masih mempelajari atau melakukan studi untuk menghadirkan model Multi Purpose Vehicle (MPV) hybrid di Indonesia.

Hanya, menurut Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM, mungkin kehadirannya belum dalam waktu dekat.

"Kami pelajari terus, karena secara umum Toyota melihat segmen untuk hybrid masih berada di kelas C dan D. Jadi Rp 500 juta ke atas. Saya pikir tidak dalam waktu dekat, namun akan dipelajari untuk masuk di bawah Rp 500 juta," ujar Anton Jimmi Suwandy usai seremoni peluncuran Toyota C-HR Hybrid di Jakarta, baru-baru ini.

All New Toyota C-HR Hybrid adalah produk telektrifikasi mendukung putusan pemerintah [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
All New Toyota C-HR Hybrid adalah produk telektrifikasi mendukung putusan pemerintah [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Lebih lanjut, Anton Jimmi Suwandy menambahkan, untuk menghadirkan produk tidak bisa berdasarkan keputusan Toyota saja. Akan tetapi ada faktor lain yang juga harus diperhatikan.

"Karena faktor tidak hanya di Toyota, namun prinsipal, kompetisi dan peraturan pemerintah. Jadi kami tunggu waktu yang tepat," ungkapnya.

Saat disinggung apakah ke depannya ada peluang untuk menghadirkan Toyota Sienta Hybrid. Anton Jimmi Suwandy menjawab belum ada rencana.

"Tidak ada rencana untuk Sienta Hybrid. Sementara belum ada," tutup Anton Jimmi Suwandy.

Sementara produk hibrida Toyota yang baru saja diluncurkan PT TAM di Tanah Air adalah Toyota C-HR Hybrid, dengan spesifikasi teknologi hybrid dua motor penggerak yaitu Internal Combustion Engine (ICE) dan motor listrik. Mengusung mesin 2ZR-FXE bertenaga 100 PS yang dipadankan motor listrik bertenaga 36 PS. Konsumsi bahan bakarnya disebut lebih efisien 62 persen dibandingkan varian konvensional, sehingga emisi karbon dioksida (CO2) juga lebih rendah sekitar 60 persen. Labelnya adalah Rp 523 juta atau sekitar Rp 30 juta lebih mahal dibandingkan versi bahan bakar bensin.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Dia, Pemilik All New Toyota C-HR Hybrid Pertama di Indonesia!

Ini Dia, Pemilik All New Toyota C-HR Hybrid Pertama di Indonesia!

Otomotif | Selasa, 23 April 2019 | 07:00 WIB

Soal Target, Begini Putusan Toyota untuk All New C-HR Hybrid

Soal Target, Begini Putusan Toyota untuk All New C-HR Hybrid

Otomotif | Senin, 22 April 2019 | 14:00 WIB

All New Toyota C-HR Hybrid Ramaikan Produk Elektrifikasi Indonesia

All New Toyota C-HR Hybrid Ramaikan Produk Elektrifikasi Indonesia

Otomotif | Senin, 22 April 2019 | 13:02 WIB

Terkini

9 Sampo Penghilang Uban Sachet Praktis, Harganya Mulai Rp8 Ribuan

9 Sampo Penghilang Uban Sachet Praktis, Harganya Mulai Rp8 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:48 WIB

China Jadi Sumber Terbesar Emisi SF6 Dunia, Klaim Daur Ulang Dipertanyakan

China Jadi Sumber Terbesar Emisi SF6 Dunia, Klaim Daur Ulang Dipertanyakan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:48 WIB

PHK Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Airlangga: Lapangan Kerja Masih Lebih Besar

PHK Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Airlangga: Lapangan Kerja Masih Lebih Besar

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:47 WIB

Aliansi Ekonom Soroti Kebijakan Pemerintah: Seperti Nobita, Ingin Serba Cepat

Aliansi Ekonom Soroti Kebijakan Pemerintah: Seperti Nobita, Ingin Serba Cepat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:47 WIB

Profil I Gusti Bagus Widya Putra, Pria yang Sempat Halangi Tim Ombudsman Sidak Lapas Cibinong

Profil I Gusti Bagus Widya Putra, Pria yang Sempat Halangi Tim Ombudsman Sidak Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:44 WIB

Polemik Beras Fortifikasi: Kesalahan Produsen atau Pengalihan Isu kenaikan Harga?

Polemik Beras Fortifikasi: Kesalahan Produsen atau Pengalihan Isu kenaikan Harga?

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:41 WIB

John Herdman Terang-terangan Soal Pencoretan 3 Pemain Persib dari Timnas Indonesia

John Herdman Terang-terangan Soal Pencoretan 3 Pemain Persib dari Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 14:41 WIB

Tabrak Semangat UU TPKS, DPR: Mas Bechi Tak Semestinya Mudah Bebas

Tabrak Semangat UU TPKS, DPR: Mas Bechi Tak Semestinya Mudah Bebas

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:41 WIB

Tante Sonya Bukan Cuma Soal Cinta Beda Usia, Ini Alasan Serialnya Menarik Ditonton

Tante Sonya Bukan Cuma Soal Cinta Beda Usia, Ini Alasan Serialnya Menarik Ditonton

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 14:40 WIB

Walk Out di PBB: Protes Moral Perkasa, tapi Apakah Taktis?

Walk Out di PBB: Protes Moral Perkasa, tapi Apakah Taktis?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:40 WIB

×