Demi Keamanan, Penumpang Wajib Selfie Sebelum Pesan Grab

Angga Roni Priambodo | Husna Rahmayunita
Demi Keamanan, Penumpang Wajib Selfie Sebelum Pesan Grab
Aplikasi layanan transportasi online Grab pada sebuah ponsel dan komputer. [Shutterstock]

Verifikasi dengan foto selfie akan menjamin keamanan pengemudi dan penumpang Grab.

Suara.com - Terobosan baru datang dari platform transportasi online besutan Malaysia, Grab. Sebelum 12 Juli mendatang, penumpang wajib menyerahkan foto selfie mereka sebagai syarat penggunaan aplikasi.

Lewat keterangan resminya, verifikasi identitas melaku selfie wajib dilakukan para penumpang yang ingin menggunakan jasa Grab di Malaysia. Dengan cara tersebut, keamanan penumpang dan pengemudi ke depannya akan lebih terjamin.

"Kami meminta verifikasi penumpang melalui selfie sebagai bagian usaha membangun platform menjadi lebih aman untuk penumpang dan mitra kami," tulis Grab.

Selain itu, dengan selfie atau swafoto akan membantu petugas kepolisian mengindentifikasi sebuah kasus kejahatan.

"Selfie atau verifikasi identitas keamanan yang dapat digunakan pihak berwenang ketika diperlukan," tambah Grab.

Dikutip dari laman Asiaone, verifikasi lewat foto selfie berperan penting membantu penyelidikan polisi atas kasus pembunuhan seorang pengemudi Grab di Malaysia pada bulan Mei lalu.

Pengisi suara Bang Jarwo tenyata driver ojol di Semarang. (Facebook/Ciaululu)
Penumpang berswafoto dengan driver ojol. (Facebook/Ciaululu)

Selama penyelidikan, pihak Grab memberikan informasi kepada polisi termasuk foto tersangka dan informasi yang diperlukan dari fitur verifikasi selfie penumpang dalam aplikasi.

Kendati demikian, Grab menjamin kerahasiaan identitas pribadi pengemudi dan penumpang kecuali bila memang diperlukan.

Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Transportasi dan Kementerian Perhubungan juga meminta pengemudi dan penumpang jasa transportasi online untuk menyetorkan nama lengkap, salinan kartu identias dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Menurut Azlan Shah Paramaes Albakri selaku Jenderal Transportasi Darat (APAD) Malaysia, data-data itu sangat diperlukan untuk menjamin keamanan.

"Kami memiliki beberapa kasus seperti pengemudi yang diperkosa. Jadik kami membutuhkan data seperti itu untuk melindungi kedua belah pihak," terang Azlan Shah Paramaes Albakri.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS