Diperlukan: Pencatatan Polusi di Tol Trans Jawa

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Senin, 24 Juni 2019 | 10:00 WIB
Diperlukan: Pencatatan Polusi di Tol Trans Jawa
Jalan tol Ngawi - Wilangan di Jawa Timur. Sebagai ilustrasi bagian tol Trans Jawa [Dok Jasa Marga].

Suara.com - Kualitas udara bersih dibutuhkan bagi masyarakat agar mereka tetap sehat dan bisa terus beraktivitas. Tak terkecuali dengan hadirnya tol Trans Jawa yang kini telah aktif beroperasi. Dikutip dari kantor berita Antara, polusi dari kendaraan bertenaga fosil di sekitar kawasan Jalan Tol Trans Jawa belum tercatat, sehingga dampak kesehatan bagi masyarakat di sepanjang kawasannya belum terdapat laporan.

Teknisi saat mengisi daya mobil listrik saat uji coba di kantor PLN unit Induk industri PLN, Gambir, Jakarta, Jumat (9/11). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)
Teknisi saat mengisi daya mobil listrik saat uji coba di kantor PLN unit Induk industri PLN, Gambir, Jakarta, Jumat (9/11/2018) [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

"Pemerintah harus memantau kualitas udara dan dampak kesehatan pencemaran udara, dan setelah diketahui hasilnya agar diambil langkah-langkah khusus," demikian papar Ahmad Syafrudin, Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) usai menjadi pembicara diskusi bertema "Kesiapan Kendaraan Listrik Mengaspal di Jakarta" di Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Lebih lanjut Ahmad Syafrudin menyebutkan, pencatatan polusi di area Trans Jawa bisa memetakan kawasan-kawasan yang memerlukan intervensi, semisal dari aspek kesehatan.

Ia menyatakan bahwa di kawasan manapun, polusi mampu memicu gangguan kesehatan ringan sampai berat.

"Bisa dijamin penderita akan mengalami bengek, penyempitan saluran pernapasan, pneumonia, jantung koroner, kanker, dan lainnya," urai Ahmad Syafrudin.

Pihaknya sendiri telah melakukan pencatatan dampak polusi terhadap gangguan kesehatan masyarakat di Jakarta. Akan tetapi, pencatatan di kawasan Tol Trans Jawa belum dilakukan. Dan ia menyajikan data dampak polusi di Jakarta sebagai pembanding.

"Catatan kami di Jakarta, pada 2016 masyarakat yang kena ispa 2,7 juta, jantung koroner 1,4 juta atau gagal jantung dengan istilah awam "angin duduk". Selain itu, ada gangguan bronkitis dan anak-anak dengan IQ relatif rendah karena pencemaran udara. Kami cuma bisa catat di Jakarta, jalur Pantai Utara atau Pantura belum kami catat," ujarnya.

Atas pertimbangan dampak polusi itu, Ahmad Syafrudin menyarankan agar pemerintah menerapkan program-program untuk memperbaiki kualitas udara, memperbaiki prasarana berupa kendaraan dengan menggalakkan teknologi listrik.

Teknologi otomotif Indonesia, imbuhnya, saat ini minimal menggunakan sistem luaran emisi kategori Euro 2 yang memiliki rasio kompresi 9 banding 1. Tunggangan roda empat dengan spesifikasi ini banyak digunakan di Indonesia. Idealnya, Bahan Bakar Minyak (BBM) yang cocok digunakan memiliki kandungan RON 92, seperti Pertamax.

Jika kendaraan jenis Euro 2 diisi dengan BBM berkadar RON 90 maka akan cepat rusak dan lebih boros bahan bakar. Saat BBM lebih boros maka emisi yang mencemari udara tentu lebih tinggi.

Selain itu, katanya, pemerintah agar meningkatkan kualitas bahan bakar.

"BBM berkualitas rendah, seperti Premium 88, Pertalite 90, Solar 48, Dexlite agar berangsur diganti ke kualitas yang lebih baik. Empat jenis bahan bakar itu kualitasnya buruk, menyebabkan pencemaran tinggi," imbaunya.

Selain itu, tandasnya, terdapat solusi lain untuk mengurangi penggunaaan BBM, yaitu menggunakan kendaraan bertenaga listrik.

"Kendaraan dengan tenaga listrik lebih irit energi. Kalau kita terapkan ada efisiensi dan tidak menyebabkan polusi seperti kendaraan dengan bahan bakar fosil. Kemudian masyarakat lebih sehat, tidak perlu membayar biaya kesehatan. Masyarakat yang sehat tentu lebih produktif," pungkas Ahmad Syafrudin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemitraan Universitas, Industri, dan Pemerintah Lahirkan Mobil Listrik

Kemitraan Universitas, Industri, dan Pemerintah Lahirkan Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 22 Juni 2019 | 08:30 WIB

Keren, Warga Singapura Berbagi Mobil Listrik dan Isi Baterai di Rumah

Keren, Warga Singapura Berbagi Mobil Listrik dan Isi Baterai di Rumah

Otomotif | Rabu, 19 Juni 2019 | 09:00 WIB

Korea Selatan dan China Hasilkan Kolaborasi Produk Elektrifikasi

Korea Selatan dan China Hasilkan Kolaborasi Produk Elektrifikasi

Otomotif | Minggu, 16 Juni 2019 | 11:00 WIB

Terkini

Sebanyak 270 Ribu Kendaraan Melintas Sepanjang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

Sebanyak 270 Ribu Kendaraan Melintas Sepanjang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:50 WIB

Piaggio Bicara Peluang Produksi Model Vespa Baru Rakitan Cikarang

Piaggio Bicara Peluang Produksi Model Vespa Baru Rakitan Cikarang

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:15 WIB

Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Kendaraan Listrik dan Sebut Nama Toyota

Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Kendaraan Listrik dan Sebut Nama Toyota

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:45 WIB

Negara Ini Mulai Siapkan Skema Penjatahan Bensin Dampak Krisis Bahan Bakar Global

Negara Ini Mulai Siapkan Skema Penjatahan Bensin Dampak Krisis Bahan Bakar Global

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:45 WIB

Trik Aman Simpan Motor saat Ditinggal Lama Seperti Momen Mudik Lebaran

Trik Aman Simpan Motor saat Ditinggal Lama Seperti Momen Mudik Lebaran

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:10 WIB

Jangan Asal Teduh! Ini Bahaya Parkir Mobil di Bawah Pohon Saat Mudik Lebaran

Jangan Asal Teduh! Ini Bahaya Parkir Mobil di Bawah Pohon Saat Mudik Lebaran

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Robot Power Bank Jadi Solusi Pengisian Daya Mobil Listrik Tanpa Harus Antre SPKLU di Tiongkok

Robot Power Bank Jadi Solusi Pengisian Daya Mobil Listrik Tanpa Harus Antre SPKLU di Tiongkok

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:05 WIB

Fitur Unggulan JETOUR T2 yang Dapat Membantu saat Perjalanan Mudik Lebaran 2026

Fitur Unggulan JETOUR T2 yang Dapat Membantu saat Perjalanan Mudik Lebaran 2026

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:02 WIB

Motor Brebet saat Digas? Ini 8 Penyebab dan Cara Praktis Mengatasinya

Motor Brebet saat Digas? Ini 8 Penyebab dan Cara Praktis Mengatasinya

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:24 WIB

Jasa Marga Siapkan Tol Japek II Selatan Fungsional Saat Arus Balik Lebaran 2026

Jasa Marga Siapkan Tol Japek II Selatan Fungsional Saat Arus Balik Lebaran 2026

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:21 WIB