alexametrics

Bantu, Aplikasi Layanan Otomotif dari Universitas Gadjah Mada

RR Ukirsari Manggalani
Bantu, Aplikasi Layanan Otomotif dari Universitas Gadjah Mada
Ilustrasi mesin mobil terlalu panas, overheat [Shutterstock].

Ada empat layanan utama dalam aplikasi "Bantu" made-in Universitas Gadjah Mada. Di antaranya otomotif.

Suara.com - Bila ada warga kampus mengalami kondisi darurat, semisal dalam sektor otomotif yaitu kondisi aki sepeda motor soak atau mesin mobil overheating, harapannya pertolongan bakal cepat datang. Inilah antara lain fungsi aplikasi "Bantu".

Peluncuran aplikasi "Bantu" bagi civitas academica Universitas Gadjah Mada [ugm.ac.id].
Peluncuran aplikasi "Bantu" bagi civitas academica Universitas Gadjah Mada [ugm.ac.id].

Dikutip dari kantor berita Antara, aplikasi "Bantu" baru saja diluncurkan oleh Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan usaha rintisan mahasiswa. Tujuannya menjamin keamanan dan keselamatan civitas akademika di lingkungan UGM.

"Aplikasi ini akan menghubungkan civitas akademika UGM yang sedang mengalami keadaan darurat, dengan petugas PK4L terdekat secara "realtime" berbasis GPS," papar Ghilman Nafadza Hakim, Koordinator Pengembangan Aplikasi "Bantu" saat jumpa pers di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta, Kamis (25/7/2019).

Disebutkannya, bahwa penggunaan aplikasi "Bantu" cukup sederhana. Civitas akademika hanya perlu mengunduh dan menginstal aplikasi dari Playstore dan Appstore, lalu login menggunakan akun gmail atau Facebook serta memasukkan nomor telepon.

Baca Juga: Tutup GIIAS 2019, Mitsubishi Catat 4.909 Unit Pemesanan Mobil

"Ketika pengguna aplikasi membutuhkan bantuan, lakukan "order" di layanan aplikasi yang akan diterima oleh petugas dengan posisi paling dekat lokasi kejadian," kata Ghilman Nafadza Hakim.

Adapun layanan utama yang diberikan oleh aplikasi "Bantu" meliputi sektor keamanan, medis, pemadam kebakaran, dan otomotif.

"Civitas akademika akan dilayani oleh petugas PK4L untuk layanan keamanan dan pemadam kebakaran, sedangkan layanan medis penanganan awal tetap dilakukan petugas PK4L namun akan dilakukan rujukan ke rumah sakit terdekat apabila dibutuhkan, sedangkan layanan otomotif akan dilayani oleh bengkel terdekat," ujarnya lebih detail.

Aplikasi "Bantu" tadi dikembangkan Ghilman Nafadza Hakim sejak 2018 bersama rekan-rekannya dari fakultas yang berbeda-beda, dan bergabung dalam inkubasi Creative Hub FISIPOL UGM. Yaitu Syahrul Mubarok, Stanley Heryanto, Aunisha Firdausy Rafi, Winston Wiradi Pangestu, Yusuf Yudhistira, Anfre, Endy Arfian, dan Umma Amalia.

"Namun untuk sementara, aplikasi ini hanya memiliki jangkauan dengan radius lima kilometer dari titik pusat yang berada di kantor PK4L," jelas Ghilman Nafadza Hakim.

Baca Juga: Ini Dia, Tiga Motor Terlaris yang Laku Ribuan Unit di GIIAS 2019

Panut Mulyono, Rektor Universitas gadjah Mada memberikan apresiasi atas aplikasi "Bantu" yang dikembangkan para mahasiswanya.

Komentar