Viar Mulai Riset Daur Ulang Baterai Sepeda Motor Listrik

Liberty Jemadu | Manuel Jeghesta Nainggolan
Viar Mulai Riset Daur Ulang Baterai Sepeda Motor Listrik
Sepeda motor listrik Viar. [Suara.com/Adam Iyasa]

Motor listrik memang dikenal ramah lingkungan, tetapi salah satu masalahnya saat ini adalah baterai bekas, yang jika tak didaur ulang akan jadi limbah berbahaya.

Suara.com - PT Triangle Motorindo selaku produsen sepeda motor listrik Viar di Indonesia mengaku sudah mulai mempelajari teknologi daur ulang baterai.

Kendaraan listrik memang dikenal ramah lingkungan, tetapi salah satu masalahnya saat ini adalah baterai bekas. Jika tak didaur ulang dengan baik, baterai kendaraan listrik akan menjadi limbah berbahaya.

"Kita masih pelajari. Karena spesifikasi sel baterai motor listrik itu lebih tinggi dari pada solar panel sebetulnya," ujar Sutjipto Atmodjo, Direktur Marketing PT Triangle Motorindo, di Bekasi, Rabu (14/8/2019).

Kendati demikian, Sutjipto optimistis, jika industri motor listrik berkembang, maka masalah daur ulang tidak akan lagi menjadi persoalan karena akan muncul perusahaan-perusahaan berspesialiasi daur ulang baterai.

"Kalau jumlahnya besar pasti nanti banyak perusahaan yang mendaur ulang. Karena kita tahu barang-barang mineral ini adalah barang mineral mahal bukan murah," ungkapnya.

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan memiliki 2,1 juta motor listrik pada 2025.

Sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pernah mengingatkan bahwa pemerintah dan pabrikan harus mulai memikirkan cara mendaur ulang baterai sepeda motor listrik. Jika tidak, saat penjualan motor listrik semakin banyak, baterainya dapat menjadi limbah berbahaya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS