Ikuti Imbauan SPBU Pertamina, Pemotor Ini Jadi Pusat Perhatian

Angga Roni Priambodo, Praba Mustika

Kamis, 05 September 2019 | 14:15 WIB
Ikuti Imbauan SPBU Pertamina, Pemotor Ini Jadi Pusat Perhatian
Ilustrasi SPBU Pertamina. [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Saat mengisi bahan bakar di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Pertamina, ada beberapa imbauan yang harus diikuti oleh pemotor atau pemobil. Seperti tidak menggunakan ponsel karena berbahaya. Namun seorang pemotor di Palembang malah jadi pusat perhatian, gara-gara mengikuti imbauan yang ada di SPBU Pertamina ini.

Melalui jejaring Facebook, warganet bernama Andre Parlindungan ini mengunggah foto imbauan yang ia temukan di salah satu SPBU Pertamina di Ibu Kota Sumatera Selatan ini.

"Di pom bensin tempat biasa ngisi ada peraturan baru yang ditulis di plang itu. Jadi Saya bingung, Saya pakai motor tangki (Yamaha New Vixion Advance-NVA) apakah harus turun juga," katanya.

Seperti kita ketahui bersama, pemotor yang posisi tangki bahan bakarnya berada di depan memang jarang turun dari motor. Berbeda dengan jenis motor yang tangki bahan bakarnya berada di bawah jok, sehingga mengharuskan turun dari motor.

"Akhirnya setelah mencermati kata-katanya, berarti kayaknya semuaharus turun tanpa terkecuali. Saya pun turun dan dorong motor... Anehnya banyak mata langsung tertuju kepadaku, mbah. Ada yang dengan pandangan aneh, nahan ketawa sampai pandangan sinis gitu (dikira caper kali),"

SPBU Pertamina Imbau Pemotor Turun dari Motor Saat Isi Bensin. (Facebook)
SPBU Pertamina Imbau Pemotor Turun dari Motor Saat Isi Bensin. (Facebook)

Lebih jelas, imbauan yang difoto oleh Andre berbunyi "Perhatian! Demi keselamatan bersama bagi konsumen roda dua wajib turun dari kendaraan pada saat pengisian BBM."

"Nah, apakah Saya salah tafsir mbah? Terus apakah di daerah lain juga begitu?" Tanya Andre heran.

Dari komentar warganet, diketahui kalau di SPBU Shell setiap pengendara motor yang mengisi bahan bakar harus turun dari motor, meski posisi tangki berada di depan seperti Yamaha New Vixion Advance (NVA).

"Motor Saya Yamaha Scorpio kalau ngisi di SPBU Shell atau BP (British Petroleum) disuruh turun mbah, kalau Pertamina sih, belum pernah. Saya menangkap ini soal etika, entah yang lain apa. Mungkin bisa jadi kalau terjadi percikan api bisa langsung kabur, kalau posisi di motor bisa ja motornya roboh dan bensinnya ke mana-mana," kata Rizky.

baca juga

"Nggak salah kok mbah. Di SPBU swasta seperti Shell prosedurnya kurang lebih sama, motor apapun wajib turun. Namanya apes kan nggak ada yang tahu. Semisal lagi ngisi bensin motornya njebluk jadi lebih mudah proses kaburnya." ujar Chandra.

"Kalau pom bensin Shell dari dulu memang harus turun dari motor. Sekarang beberapa SPBU Pertamina juga harus turun dari motor. Pernah pakai motor tangki depan, pas turun dari motor dilihatin orang. Saya sih, cuek saja." papar Jasmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocoran Tampang Daihatsu Sigra Facelift, Desainnya Mirip Merek Sebelah

Bocoran Tampang Daihatsu Sigra Facelift, Desainnya Mirip Merek Sebelah

Otomotif | Rabu, 04 September 2019 | 21:05 WIB

Ban Bocor Diisi Jerami, Pemotor Off-Road Sanggup Tempuh Dua Negara

Ban Bocor Diisi Jerami, Pemotor Off-Road Sanggup Tempuh Dua Negara

Otomotif | Rabu, 04 September 2019 | 18:30 WIB

Sering Parkir di Luar, Dashboard Mobil Ini Rusak dengan Bentuk Mengerikan

Sering Parkir di Luar, Dashboard Mobil Ini Rusak dengan Bentuk Mengerikan

Otomotif | Rabu, 04 September 2019 | 18:03 WIB

Terkini

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:51 WIB

4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya

4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi

Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya

Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

×