Hindari Rem Blong, Perhatikan Hal Ini Saat Berkendara

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Hindari Rem Blong, Perhatikan Hal Ini Saat Berkendara
Ilustrasi pedal rem [Shutterstock].

Kondisi rem blong bukan hal yang terjadi tiba-tiba. Ada pemicu yang mesti dicermati.

Suara.com - Rem blong adalah sebuah situasi di mana rem mobil Anda gagal bekerja untuk mengurangi kecepatan. Paling seram adalah kejadian yang menjadi pemicu tabrakan beruntun di Tol Cipularang beberapa saat lalu.

Kejadian nahas itu terjadi karena sistem pengereman tak bekerja, dan mobil gagal dikendalikan, sehingga hasilnya adalah nahas berujung celaka.

Seperti diwartakan Auto2000, kejadian rem mobil blong bukan sesuatu yang tiba-tiba terjadi. Ada beberapa hal yang menyebabkan rem mobil gagal berfungsi dan menimbulkan masalah di jalan.

Petugas mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019) [ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/wsj].
Petugas mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019) [ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/wsj].

Berikut adalah hal yang mesti dicermati sebagai penyebab rem blong:

1. Muatan Mobil Berlebih

Banyak orang tidak mau peduli batas maksimal daya angkut mobil alias payload. Padahal kalau mau peduli, daya angkut mobil dicantumkan di buku manual kendaraan.

Mobil dengan muatan melebihi kemampuannya, akan membuat perangkat kendaraan seperti rem bekerja ekstra keras. Kalau dipaksakan, rem mobil bakal kalah dan rem blong tidak bisa dihindari.


2. Kondisi Jalan

Kondisi jalan juga bisa menyebabkan rem mobil blong. Seperti ketika melalui jalan menurun panjang atau tol dengan kontur naik turun seperti tol Cipularang, terutama ketika membawa mobil besar kategori Multi-Purpose Vehicle (MPV) atau Sport Utility Vehicle (SUV).

Makanya disarankan ketika melewati jalan menurun, Anda bisa memanfaatkan efek engine brake untuk mengurangi laju mobil dengan menurunkan posisi gigi transmisi.

Anda juga dianjurkan untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan sekitar dua atau tiga jam. Selain untuk menjaga kondisi tubuh, istirahat juga membantu pendinginan komponen pengereman.

3. Gaya Mengemudi

Gaya gesek antara kampas rem dan piringan cakram atau teromol rem membuat perangkat rem menjadi panas. Jika terlalu panas, akan membuat rem gagal bekerja dan blong.

Pastikan jangan terlalu mengandalkan rem untuk mengurangi kecepatan. Semisal menjaga jarak aman dengan kendaraan lain sehingga bisa mengurangi frekuensi melakukan pengereman secara mendadak.

Manfaatkan engine brake untuk mengurangi kecepatan mobil. Hindari pula gaya mengemudi agresif yang membuat Anda kerap menggunakan rem untuk mereduksi lajunya.

Budayakan pula untuk tidak meletakkan kaki kanan di pedal rem ketika berhenti di lampu merah. Cukup gunakan rem parkir untuk menahan posisi mobil. Ini juga membuat rem mampu beristirahat sejenak mendinginkan komponennya.

4. Masalah di Sistem Rem

Rem mobil masa kini mengaplikasikan tekanan hidrolis dengan memanfaatkan fluida yang biasa disebut minyak rem untuk menggerakkan kampas rem.

Agar tetap dapat berfungsi dengan baik, dibutuhkan perawatan berkala komponen pengereman. Yang paling simpel adalah memeriksa takaran minyak rem di tabung penyimpanan.

Segera isi hingga batas maksimal bila berkurang. Periksa sistem pengereman bila frekuensi pengisian ulang cukup sering dan banyak, karena ada risiko terjadi kebocoran.

Oleh sebab itu, dalam jangka waktu tertentu, sekitar 40 ribu km atau dua tahun sekali minyak rem baiknya dikuras dan diganti baru. Sekaligus, mengecek jalur pengereman untuk memastikan kondisinya masih baik.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS