Cafe Racer Sampai Angguna Warnai Lifestyle Otomotif Surabaya

RR Ukirsari Manggalani
Cafe Racer Sampai Angguna Warnai Lifestyle Otomotif Surabaya
Pengunjung melihat koleksi Museum Surabaya di Gedung Siola, Jalan Tunjungan, Genteng, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (21/9/2019). Gedung Siola yang awalnya merupakan sentra bisnis pada zaman kolonial dan kemudian pada pertengahan tahun 2015 difungsikan menjadi museum tempat menyimpan sejarah Kota Surabaya mulai dari masa kolonial, awal kemerdekaan hingga masa kini serta dijadikan pusat layanan masyarakat atau Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) [ANTARA FOTO/Syaiful Arif/wsj]

Sepanjang akhir pekan, lifestyle otomotif Surabaya diwarnai acara menarik. Mulai gaya cafe racer sampai expo unik.

Suara.com - Berbincang soal lifestyle otomotif di Kota Surabaya, sepanjang pekan ini diwarnai beberapa hal unik lagi menarik. Antara lain adalah expo alias pameran dengan tinjauan berbeda.

Yup, digelar oleh Polda Jawa Timur, sepanjang pekan lalu hingga hari ini (24-30/9/2019) berlangsung Gebyar Expo Penyerahan Barang Bukti.

Warga mencari kendaraan bermotornya saat Gebyar Expo Penyerahan Barang Bukti di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/9/2019). Kegiatan yang digelar oleh Polda Jawa Timur itu berlangsung sampai 30 September 2019 dengan memajang sejumlah barang bukti kendaraan bermotor, salah satunya sekitar 828 unit sepeda motor dan masyarakat yang memilikinya dapat mengambil kendaraannya secara gratis dengan ketentuan yang telah ditetapkan. [ANTARA FOTO/Didik Suhartono/pd].
Warga mencari kendaraan bermotornya saat Gebyar Expo Penyerahan Barang Bukti di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/9/2019). Kegiatan yang digelar oleh Polda Jawa Timur itu berlangsung sampai 30 September 2019 dengan memajang sejumlah barang bukti kendaraan bermotor, salah satunya sekitar 828 unit sepeda motor dan masyarakat yang memilikinya dapat mengambil kendaraannya secara gratis dengan ketentuan yang telah ditetapkan. [ANTARA FOTO/Didik Suhartono/pd].

Selaras namanya, pihak Polda Jawa Timur, di Kota Surabaya memajang sejumlah barang bukti kendaraan bermotor. Tujuannya, agar warga yang memiliki sepeda motor, dan merasa kehilangan bisa mendapatkan kembali miliknya secara gratis, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Dan tidak tanggung-tanggung, motor yang dipajang tembus 500 unit. Atau tepatnya ada 828 unit sepeda motor berada di lokasi pameran, dipajang lengkap bersama pelat nomor Polisi agar memudahkan pemilik mengenalinya.

Acara Bold Riders untuk lifestyle otomotif di Surabaya berlangsung akhir pekan lalu (28-29/9/2019) [Suara.com/Achmad Ali].
Acara Bold Riders untuk lifestyle otomotif di Surabaya berlangsung akhir pekan lalu (28-29/9/2019) [Suara.com/Achmad Ali].

Sementara itu, gelaran Bold Riders berlangsung sepanjang akhir pekan lalu (28-29/9/2019) di Kota Pahlawan. Sebanyak 55 klub motor di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik dan Lamongan, masing-masing menurunkan 20 tunggangan hasil modifikasi, yang bergaya matik, sport maupun klasik.

Berlokasi di parkir timur Delta Plaza Surabaya, Rudian dari Custom Sport Clasic Surabaya mengungkapkan bahwa gelaran Bold Riders digelar untuk merangkul para pencinta modifikasi jenis motor cafe racer.

"Pelaku modifikasi aliran cantik, klasik, modern dan sport belum ada panggungnya, sehingga perlu ada acara Bold Riders seperti ini," paparnya saat dijumpai Suara.com pada Sabtu (28/9/2019).

Sedangkan Samuel Ongkowijoyo, Ketua Penyelenggara Bold Riders menambahkan bahwa ia menyadari banyak riders yang membutuhkan wadah untuk menyalurkan kreativitasnya, termasuk kelas 150 cc ke atas.

"Oleh sebab itu, kami membuat wadah di Surabaya supaya tak kalah dengan Yogyakarta, Bandung dan DKI Jakarta yang sudah terlebih dahulu membangun acara seperti ini," tandasnya.

Bila kedua acara tadi memiliki keterbatasan waktu di soal durasi, para wisatawan dari luar Surabaya, bahkan warga Kota Pahlawan sendiri masih memiliki alternatif soal lifestyle otomotif di sini. Yaitu bertandang ke Museum Surabaya di Gedung Siola, Jalan Tunjungan, Genteng, Surabaya.

Di sini, para pengunjung bisa bernostalgia untuk melihat "Angguna" atau akronim dari Angkutan Serba Guna, sebuah layanan bergaya taksi namun multi-guna dengan spesifikasi double cabin yang memungkinkan penumpang membawa barang berdimensi besar dengan cara diletakkan di bak belakang yang terbuka.

Dan Gedung Siola sendiri, awalnya adalah bagian dari sentra bisnis pada zaman kolonial, marak di era 1980-1990-aj dan mulai paruh 2015 difungsikan sebagai museum sejarah Kota Surabaya. Periodisasinya dimulai dari masa kolonial, awal kemerdekaan hingga masa kini. Fungsi lain gedung adalah menjadi pusat layanan masyarakat atau Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA).

Kontributor : Achmad Ali

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS