- Kemenperin fokus kembangkan desain chip dan SDM sebagai strategi jangka panjang penguatan industri semikonduktor nasional.
- Ketergantungan impor semikonduktor Indonesia tinggi, ditandai lonjakan impor menjadi 4,87 miliar dolar AS tahun 2025.
- Pemerintah membentuk ICDEC sebagai simpul kolaborasi untuk memperkuat ekosistem dari material hingga pengemasan.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat fondasi industri semikonduktor nasional sebagai strategi jangka panjang meningkatkan daya saing manufaktur. Fokus utama saat ini diarahkan pada pengembangan desain chip dan sumber daya manusia guna menopang sektor prioritas termasuk industri otomotif yang sedang bertransformasi ke arah elektrikasi.
Komponen semikonduktor memiliki peran sangat vital bagi kendaraan modern. Pada 2025 produksi kendaraan bermotor Indonesia tercatat mencapai 803.867 unit. Menariknya kendaraan listrik dan hybrid membutuhkan kandungan semikonduktor hingga tiga kali lebih banyak dibandingkan kendaraan konvensional. Hal ini menjadikan keberadaan chip sebagai nyawa bagi fitur teknologi di mobil masa kini.
“Pengembangan industri semikonduktor nasional tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan ditempuh melalui pendekatan bertahap dan realistis dengan menempatkan pengembangan talenta dan desain chip sebagai langkah utama pada tahap awal.” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam ajang Indonesia Semiconductor Summit 2026, di Bandung.
Saat ini Indonesia sebenarnya telah memiliki fasilitas perakitan dan pengujian yang masuk dalam rantai pasok global. Namun ketergantungan impor masih menjadi tantangan strategis. Berdasarkan data nilai impor semikonduktor melonjak tajam menjadi 4,87 miliar dolar AS pada periode Januari hingga November 2025 seiring tingginya kebutuhan industri nasional.
“Tingginya ketergantungan impor semikonduktor menjadi sinyal penting bagi ketahanan industri nasional. Kondisi ini perlu direspons melalui penguatan ekosistem dalam negeri, khususnya pada aspek desain chip dan pengembangan kekayaan intelektual, sebagai fondasi awal kemandirian teknologi” ungkap Agus Gumiwang.
Pemerintah telah menetapkan roadmap yang mencakup penguatan material, desain, fabrikasi, hingga proses pengemasan. Salah satu langkah konkret adalah pembentukan Indonesia Chip Design Collaborative Center atau ICDEC yang menjadi simpul kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dari berbagai universitas ternama.
“Roadmap pengembangan semikonduktor nasional menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengejar investasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat kemandirian teknologi, serta memastikan Indonesia terintegrasi secara berkelanjutan dalam ekosistem semikonduktor dunia” papar Menperin.
Langkah ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan komponen bagi produsen otomotif di dalam negeri. Dengan ekosistem yang kuat Indonesia berpeluang besar menjadi pemain utama dalam rantai pasok global semikonduktor terutama untuk mendukung tren kendaraan ramah lingkungan yang semakin diminati masyarakat di kota-kota besar.
Baca Juga: Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam