Suka Mengekor Ambulans Biar Cepat Sampai, Awas Bahaya Ini Mengintai

Dany Garjito, Praba Mustika

Jum'at, 25 Oktober 2019 | 11:05 WIB
Suka Mengekor Ambulans Biar Cepat Sampai, Awas Bahaya Ini Mengintai
Ilustrasi ambulans. (Pixabay/arembowski)

Suara.com - Ambulans adalah salah satu kendaraan prioritas, yang artinya harus didahulukan. Namun sayangnya, masih banyak orang yang enggan minggir saat mendengar sirene ambulans. Mirisnya lagi beberapa pengendara bahkan ada yang memanfaatkan keistimewaan ambulans dengan mengekor agar cepat sampai.

Namun perlu diperhatikan, mengekor ambulans yang sedang dalam keadaan darurat itu berisiko dan cukup berbahaya.

Hal ini diketahui dari pengalaman beberapa warganet yang pernah mencoba mengekor ambulans, karena alasannya masing-masing.

Berawal dari pertanyaan warganet bernama Teguh "Mau tanya kalau di jalan ketemu ambulans yang membunyikan sirene apakah boleh ikut mengekor? Siapa tahu di sini ada yang suka ngekor?"

Pertanyaan Teguh itu sebetulnya menimbulkan pro dan kontra. Ada warganet yang menganggap boleh-boleh saja mengekor ambulans.

Polantas Tak Memberi Prioritas Untuk Ambulans. (YouTube/Trishinu)
Polantas Tak Memberi Prioritas Untuk Ambulans. (YouTube/Trishinu)

Tapi cukup banyak yang menganggap kalau mengekor atau membuntuti ambulans adalah tindakan yang berbahaya.

Seperti diungkapkan Harsha "Setahu Saya, mengekor mobil ambulans terlalu berisiko. Biasanya di luar negeri ada pengawalan bagi ambulans. Jarak beberapa meter di depan dan belakang ambulans, pengawal mengamankan ruang ambulans,"

"Karena ambulans pastinya dalam keadaan darurat dan manuver-manuver ambulans kadang tidak bisa diprediksi, entah belok atau ngerem mendadak. Kala mengekor dan tidak siap berpotensi terjadi insiden laka atau hal lain yang tidak diinginkan,"

Senada dengan Harsha, warganet lain bernama Dhio juga mengatakan hal serupa "Bahaya banget. Ambulans itu banyak manuver. Kalau mengekor dan nggak awas bisa-bisa malah nabrak ambulans-nya. Yang ada malah membahayakan pasien di dalam ambulans. Jangan karena keegoisan sendiri malah bikin orang lain celaka,"

baca juga

"Pernah, tujuh tahun lalu di depan rumah, sekeluarga kira-kira lima orang meningal gara-gara mengekor ambulans yang membawa jenazah ayahnya," ujar Robbi.

Selain perihal manuver ambulans yang sulit diprediksi, warganet bernama Farid juga menjelaskan hal lain kenapa mengekor ambulans tidak dianjurkan karena bahaya.

"Bukan nggak boleh, karena nggak ada aturan yang tidak memperbolehkan. Tapi berbahaya karena kebanyakan, kendaraan kalau sudah dilewati ambulans akan kembali ke lajurnya lagi. Jadi kalau di belakang mengekor malah berbahaya." Beber Farid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Mobil Hybrid Pertama Lamborghini Malah Tidak Ramah Lingkungan, Kenapa?

Duh, Mobil Hybrid Pertama Lamborghini Malah Tidak Ramah Lingkungan, Kenapa?

Otomotif | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 10:00 WIB

Beda Kelas, Ini Perbandingan Mobil Presiden dan Mobil Para Menteri

Beda Kelas, Ini Perbandingan Mobil Presiden dan Mobil Para Menteri

Otomotif | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 09:22 WIB

4 Masalah Umum Yang Menimpa Rem Mobil, Pernah Mengalami?

4 Masalah Umum Yang Menimpa Rem Mobil, Pernah Mengalami?

Otomotif | Kamis, 24 Oktober 2019 | 21:15 WIB

Daihatsu Rocky Baru Tampil Perdana di Tokyo, Siap Hadang Suzuki Jimny?

Daihatsu Rocky Baru Tampil Perdana di Tokyo, Siap Hadang Suzuki Jimny?

Otomotif | Kamis, 24 Oktober 2019 | 18:02 WIB

Terkini

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:29 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 19:20 WIB

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:09 WIB

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:05 WIB

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:04 WIB

×