Peduli Sinyal Tubuh, Kendali Mobil Lebih Aman

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 07 November 2019 | 16:00 WIB
Peduli Sinyal Tubuh, Kendali Mobil Lebih Aman
Mengemudi mobil dalam kondisi fatique. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Di tengah aktivitas menyetir tiba-tiba mulut tak bisa berhenti menguap? Atau muncul rasa haus berkepanjangan? Mungkin mual saat melihat cakrawala atau horizon jauh di depan sana?

Berbagai gejala yang muncul sehubungan aktivitas mengemudi ini perlu mendapat porsi perhatian besar. Artinya, saat muncul kondisi seperti gejala-gejala tadi, hendaknya kegiatan memegang dan mengoperasikan kemudi mobil perlu dihentikan sementara.

Ilustrasi mengantuk (shutterstock)
Ilustrasi mengantuk  [Shutterstock].

Dikutip dari materi "Auto Clinic 2019: Anticipated Driving Program", sebuah acara coaching clinic bagi customer yang diselenggarakan PT Daihatsu Astra Motor (ADM) bekerja sama dengan GT Radials di tujuh kota, disebutkan bahwa para pengemudi mesti awas dengan sinyal-sinyal yang diberikan tubuh.

Sonny Susmana, praktisi keselamatan berkendara dari dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) yang dalam acara ini tampil selaku trainer menyatakan, "Fakta mengungkapkan tingginya angka kecelakaan akibat kelelahan atau mengantuk."

Hal ini berarti bahwa tubuh manusia tidak selalu "on" atau didesain bisa mengemudi tanpa batas waktu. Semuanya memiliki rumusan agar kegiatan berlalu lintas berjalan aman.

Kelelahan atau fatique, kata Om Sonny, sapaan akrab Sonny Susmana, terjadi karena pengemudi mengabaikan sinyal dari tubuh untuk beristirahat dan memaksakan diri untuk cepat sampai.

"Sebaiknya, tubuh diistirahatkan. Utamanya jika sudah berkendara lebih dari tiga jam," papar Sonny Susmana.

"Bila mengantuk, boleh minum kopi. Namun kemudian harus tetap tidur, karena efek kafein akan dirasakan satu jam setelah diminum. Sehingga saat bangun, tubuh fresh karena mendapatkan istirahat yang cukup dan juga dari efek kafein kopi," tandasnya.

Dengan memperhatikan sinyal yang dikirimkan oleh tubuh, sikap alert atau waspada atau kepekaan pun bisa dipertahankan. Bila otak menerima sinyal ini, hendaknya reaksi bagi tubuh adalah diistirahatkan, bukan diabaikan. Pengemudi bisa memilih rest area untuk mengistirahatkan tubuh sejenak.

baca juga

Dan di akhir acara, Sonny Susmana menegaskan bahwa seharusnya pengemudi yang mengendalikan mobil, bukan dikendalikan oleh mobil. Kuncinya adalah dengan mengikuti aturan lalu lintas dan selalu menggunakan akal sehat saat berkendara.

Selamat mengemudi!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Patuhi Lalu Lintas, Ini Daftar Lokasi Operasi Zebra Jaya 2019

Patuhi Lalu Lintas, Ini Daftar Lokasi Operasi Zebra Jaya 2019

Otomotif | Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:05 WIB

Kantuk Diduga Pemicu Tabrakan Beruntun Tol Cipularang, Ini Tindak Preventif

Kantuk Diduga Pemicu Tabrakan Beruntun Tol Cipularang, Ini Tindak Preventif

Otomotif | Selasa, 03 September 2019 | 08:00 WIB

Mual Bermobil Jarak Jauh? Kondisi Udara Kabin Bisa Jadi Penyebabnya

Mual Bermobil Jarak Jauh? Kondisi Udara Kabin Bisa Jadi Penyebabnya

Otomotif | Senin, 20 Mei 2019 | 11:00 WIB

Terkini

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

×