Car-Free Month, TN Bromo Tengger Semeru Bebas dari Kendaraan Bermotor

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 09 Januari 2020 | 15:00 WIB
Car-Free Month, TN Bromo Tengger Semeru Bebas dari Kendaraan Bermotor
Jip yang biasa digunakan wisatawan untuk berkunjung ke lautan pasir Gunung Bromo. Sebagai ilustrasi [ANTARA Foto].

Suara.com - Perjalanan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa, baik roda dua, roda empat, atau kategori besar seperti minibus dan bus, hendaknya senantiasa memperhatikan alam dan budaya sekitar. Pemahaman inilah yang bisa dipetik dari kebijakan car-free month atau bulan bebas dari kendaraan untuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

Dikutip dari kantor berita Antara, Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menyatakan bahwa 24 Januari - 24 Februari 2020, kawasan wisata Bromo, Jawa Timur, bebas dari kendaraan bermotor.

Pengunjung melintas di hamparan pasir yang diselimuti empun upas di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6). ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Pengunjung melintas di hamparan pasir yang diselimuti empun upas di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Sebagai ilustrasi berkendaraan di Bromo [ANTARA FOTO/Zabur Karuru].

Sarif Hidayat, Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan BB-TNBTS menyatakan tentang kesepakatan pelaksanaan bulan bebas kendaraan bermotor atau car-free month di kawasan ini bertujuan menghormati kearifan lokal masyarakat Tengger.

"Penutupan Kaldera Tengger akan dilaksanakan pada 24 Januari hingga 24 Februari 2020. Ini dilakukan untuk menghormati kearifan lokal masyarakat, dalam melaksanakan Megengan Wulan Kepitu," papar Sarif Hidayat di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (9/1/2020).

Sarif Hidayat menjelaskan, bahwa selain untuk menghormati pelaksanaan Megengan Wulan Kepitu, bulan tanpa kendaraan bermotor ini bertujuan untuk memulihkan dan revitalisasi ekosistem kawasan Bromo dari hiruk-pikuk mobil, sepeda motor, serta wahana transportasi darat lainnya.

Wulan Kepitu dianggap sebagai bulan yang disucikan. Masyarakat Tengger biasa melakukan "laku puasa mutih" atau berpuasa hanya menyantap hidangan warna putih, bertujuan menahan perilaku atau sifat keduniawian, dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Ketentuan untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor di kawasan Bromo juga berlaku bagi masyarakat sekitar, termasuk petugas di lapangan.

"Petugas pun tidak diperkenankan. Kecuali untuk keperluan pemantauan, dan pengawasan, serta evakuasi gawat darurat," tandas Sarif Hidayat.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan transportasi aktivitas wisata, diarahkan menggunakan kuda, berjalan kaki, atau bersepeda.

baca juga

Pelarangan atas penggunaan kendaraan bermotor jenis apapun akan berlaku di kawasan Laut Pasir Tengger, padang savana dengan bukit berjuluk "Bukit Telletubies", atau mulai dari pintu masuk Tengger Laut Pasir di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Berikutnya adalah pintu masuk Coban Trisula, Jemplang, Kabupaten Malang dan pintu masuk Dingklik Penanjakan, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunakan Skutik, Ayah dan Bocah Lelaki Ini Tembus 10 Negara

Gunakan Skutik, Ayah dan Bocah Lelaki Ini Tembus 10 Negara

Otomotif | Jum'at, 03 Januari 2020 | 10:00 WIB

Motoran di Bogor, Kaesang Pangarep Sebut Dikawal Presiden

Motoran di Bogor, Kaesang Pangarep Sebut Dikawal Presiden

Otomotif | Kamis, 26 Desember 2019 | 13:00 WIB

Pakai Motor Custom, Presiden Joko Widodo Tinjau Calon Ibu Kota

Pakai Motor Custom, Presiden Joko Widodo Tinjau Calon Ibu Kota

Otomotif | Kamis, 19 Desember 2019 | 17:00 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×