Agar Tidak Jadi Polemik, Dilakukan Take-Out Nama Elvindo Veda

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 16 Januari 2020 | 14:50 WIB
Agar Tidak Jadi Polemik, Dilakukan Take-Out Nama Elvindo Veda
Deretan motor listrik baru dari pabrikan Elvindo [BeritaBali.com].

Suara.com - Beberapa kali muncul sebagai partisipan gelaran otomotif Tanah Air dan memamerkan produk terelektrifikasi, PT Indo Jaya Motor Electric dengan brand bernama Elvindo (Electric Vehicle Indonesia) resmi membuka pabrik perakitan pertama motor bertenaga listrik mereka di Tangerang, Banten.

Dikutip dari BeritaBali.com, jaringan Suara.com, di salah satu brosur tertera empat model siap dipasarkan, yaitu Arjuna, Veda, Bisma, dan Rama. Berdasar spesifikasi, semuanya memiliki daya jelajah antara 65 - 85 km dalam kondisi baterai terisi penuh, dan kecepatan maksimum mencapai 60 km per jam. Satu unitnya dibanderol mulai Rp 5 juta, off the road Jakarta.

Persoalannya, penamaan salah satu model motor listrik ini, yaitu Elvindo Veda, menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat Bali. Warga menyebut bahwa pemilihan nama "Veda" tidak etis, karena merujuk pada kitab suci agama Hindu yakni Weda.

Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali, Putu Iwan Karna menilai penggunaan nama "Veda" pada produk motor listrik ini tidak masalah.

"Saya setuju gen (setuju aja), saya baca Veda adalah Weda, tidak masalah, jangan bes "teeb" dan caper (cari perhatian)," ujar Putu Iwan Karna, Rabu (15/1/2020).

Salah satu brosur yang menyebutkan nama "Veda" sebagai salah satu model atau varian [BeritaBali.com].
Salah satu brosur yang menyebutkan nama "Veda" sebagai salah satu model atau varian [BeritaBali.com].

Menurutnya, kata "Veda" dipetik dari bahasa Sanskerta, dan sebagai orang Bali ia mengaku bangga dengan pilihan nama itu.

"Ya tentu bangga, setelah nama-nama gedung dan lain-lain menggunakan bahasa serapan dari bahasa Sanskerta, tidak bisa dihindari bahkan sampai slogan TNI-AL seperti Jalesveva Jayamahe, Lemhanas gunakan Tan Hana Dharma Mangrwa, Bhinneka Tunggal Ika dan lain- lain, ini semua warisan leluhur, sejarah yang tidak bisa kita pungkiri," tandasnya.

"Kalau "Veda" (ejaan India) dipermasalahkan, tapi kita kok menerima ada nama orang atau anak bernama "Weda" (ejaan Indonesia). Kita juga banyak menemukan nama Dewa atau Deva. Saya bukan ahli bahasa dan sejarah, tapi hanya berdasar melihat dan pengalaman yang saya ketahui," imbuhnya.

Sementara tanggapan berbeda antara lain datang dari Iwan Pranajaya, pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali bidang budaya dan kearifan lokal, serta Ketua Forum Surya Majapahit yang bergerak di bidang sejarah dan budaya.

baca juga

Pengamat sejarah dan budaya Bali ini mengatakan, seharusnya penamaan yang terkait hal-hal agama dan budaya Bali, wajib mempertimbangkan etika yang berlaku di tengah masyarakat.

"Jika penamaan itu ditempatkan pada hal yang tidak terkorelasi budaya, sebaiknya dihindari agar ke depannya tidak membuat salah kaprah dan tergerusnya kesucian agama dan budaya setempat (Bali),"ujar Iwan Pranajaya.

Sementara Bagus, seorang warga Denpasar menambahkan, "Motor merk Veda jelas nggak etis dan nggak relevan. Veda jelas kata yang merujuk pada kitab suci agama Hindu. Ini harus diprotes melalui lembaga resmi," tandasnya pada Rabu (15/1/2020).

Menanggapi polemik soal penamaan motor listrik Veda, Andri Wijaya, Operational Manager Electric Vehicle Indonesia (Elvindo) menyampaikan bahwa pihaknya tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. Elvindo Veda pun belum meluncur dan belum ditetapkan jadi nama resmi.

"Untuk Veda memang belum kami launch dan belum menjadi nama resmi, dan sudah kami take out juga, agar tidak menjadi polemik di masyarakat," kata Andri Wijaya seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (15/1/2020).

Ia menambahkan, Elvindo sebenarnya memiliki niat baik yaitu ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat luas. Secara tersirat ia tak menampik kemungkinan untuk mengubah nama agar tidak ada konflik.

"Elvindo sebenarnya memiliki niat baik, ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat, namun bila ada pihak-pihak yang kurang berkenan, Elvindo pastinya akan menerima masukan-masukan itu," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, motor listrik kini tengah menjamur di Indonesia, banyak wajah-wajah baru yang turut meramaikannya. Salah satu pendatang anyar di pasar otomotif nasional, yaitu PT Indo Jaya Motor Electric dengan brand bernama Elvindo itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengembangan Motor Listrik Indonesia, LG Chemical Ingin Berpartisipasi

Pengembangan Motor Listrik Indonesia, LG Chemical Ingin Berpartisipasi

Otomotif | Kamis, 09 Januari 2020 | 18:00 WIB

Musim Hujan Mendera, Ini Tips Rawat Motor Listrik

Musim Hujan Mendera, Ini Tips Rawat Motor Listrik

Otomotif | Kamis, 19 Desember 2019 | 18:05 WIB

PLN Hadir di IIMS Motobike Expo 2019

PLN Hadir di IIMS Motobike Expo 2019

Otomotif | Sabtu, 30 November 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Review Film Drawing Closer: Kisah Romansa yang Berpacu dengan Waktu

Review Film Drawing Closer: Kisah Romansa yang Berpacu dengan Waktu

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 11:00 WIB

Titik Api Masih Muncul di TPA Putri Cempo Solo, Puluhan Armada Damkar Dikerahkan

Titik Api Masih Muncul di TPA Putri Cempo Solo, Puluhan Armada Damkar Dikerahkan

Jawa Tengah | Kamis, 03 September 2026 | 10:59 WIB

Dasco Tegaskan Pedagang Kaki Lima Wajah Ekonomi Rakyat: Suara Mereka Harus Sampai ke Kebijakan!

Dasco Tegaskan Pedagang Kaki Lima Wajah Ekonomi Rakyat: Suara Mereka Harus Sampai ke Kebijakan!

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 10:58 WIB

Emiten Istri Aguan Bakal Buyback Rp500 M, Saham Terus Melambung

Emiten Istri Aguan Bakal Buyback Rp500 M, Saham Terus Melambung

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 10:57 WIB

Daihatsu Pamerkan Teknologi Rocky e-Smart Hybrid dalam Rangkaian Kumpul Sahabat Batam

Daihatsu Pamerkan Teknologi Rocky e-Smart Hybrid dalam Rangkaian Kumpul Sahabat Batam

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 10:56 WIB

Dari Jual Beli Kursi Kuliah Hingga Proyek Internet: 5 Rektor Indonesia yang Terseret Korupsi

Dari Jual Beli Kursi Kuliah Hingga Proyek Internet: 5 Rektor Indonesia yang Terseret Korupsi

Video | Kamis, 03 September 2026 | 10:51 WIB

Waktunya Ganti Provider: Cerita Singkat Pindah ke XL Ultra 5G+

Waktunya Ganti Provider: Cerita Singkat Pindah ke XL Ultra 5G+

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 10:50 WIB

Saham BBRI Jadi Pilihan Analis, Kinerja BRI Semester I-2026 Lampaui Ekspektasi

Saham BBRI Jadi Pilihan Analis, Kinerja BRI Semester I-2026 Lampaui Ekspektasi

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 10:49 WIB

Kulkas Polytron 1 Pintu Berapa Watt? Ini Cara Menghitung Pemakaian Listriknya

Kulkas Polytron 1 Pintu Berapa Watt? Ini Cara Menghitung Pemakaian Listriknya

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 10:47 WIB

BRI Catat Kinerja Solid, Analis Bidik Saham BBRI Hingga Rp4.600

BRI Catat Kinerja Solid, Analis Bidik Saham BBRI Hingga Rp4.600

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 10:45 WIB

×