Perseteruan Amerika Serikat dan China: Teknologi Mobil Listrik Dicuri!

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Perseteruan Amerika Serikat dan China: Teknologi Mobil Listrik Dicuri!
Sebuah mobil listrik di Chongqing, Cina tengah mengisi ulang baterai. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Sengitnya relasi antara China - Amerika Serikat berlanjut, kali ini soal teknologi KBL atau Kendaraan Bermotor Listrik.

Suara.com - Perseteruan tengah terjadi antara Amerika Serikat dengan China. Beberapa saat lalu, mereka ribut urusan perang dagang. Kemudian giliran Negeri Tirai Bambu menuduh Negeri Paman Sam menyebarkan kepanikan terkait wabah Wuhan Coronavirus atau Covid-19. Dan kini, keduanya "bertemu lagi" di "ajang" yang berbeda: kasus pencurian teknologi Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) kategori mobil listrik atau Electric Vehicle (EV).

Federal Bureau Investigation (FBI), badan intelejen Amerika Serikat menuding China melakukan tindakan curang, karena berusaha mencuri teknologi mobil listrik.

Christopher Wray, Direktur FBI mengatakan bahwa pemerintah China tengah berusaha melampaui negaranya untuk menjadi pemimpin ekonomi global. Hanya, yang dilakukan negara tengah mengalami wabah Covid-19 itu tidak sah.

Tesla Model 3 dalam Paris Motor show 2018 [Shutterstock].
Tesla Model 3 dalam Paris Motor show 2018. Sebagai ilustrasi KBL produk Amerika Serikat  [Shutterstock].

"Mereka (China) tidak melakukan ini lewat inovasi sah, akan tetapi mencuri," ujar Christopher Wray, seperti dikutip dari Carscoops.

Bahkan Kepolisian setempat mengungkapkan, pihaknya melihat bagaimana perusahaan-perusahaan China mencuri kekayaan intelektual Amerika Serikat demi menghindari kerasnya inovasi, dan menggunakannya untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat sendiri.

China juga menggunakan banyak metode untuk mencuri teknologi Negeri Paman Sam. Sebagian besar dilakukan melalui kejahatan cyber, spionase perusahaan, dan pencurian penelitian.

"FBI saat ini sedang melakukan sekitar 1.000 investigasi terhadap upaya pencurian teknologi China yang berbasis di Amerika Serikat. Penyelidikan melibatkan setiap satu dari 56 kantor dan menjangkau hampir setiap industri dan sektor," tambah Christopher Wray.

Lebih jauh, dijelaskannya bahwa China telah mentargetkan perusahaan yang memproduksi segala sesuatu mulai dari beras, jagung hingga perangkat medis kelas atas.

"Negara itu mengejar apa pun yang bisa memberi mereka keunggulan kompetitif," tegasnya.

Meskipun sulit untuk menghentikan pencurian, Christopher Wray mendesak perusahaan untuk meningkatkan sistem keamanan masing-masing, dan menguji kembali jalur pasokan mereka.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS