Jadi Topik Hangat, Inilah Sosok Mobile Combat Covid-19

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 02 Juni 2020 | 18:46 WIB
Jadi Topik Hangat, Inilah Sosok Mobile Combat Covid-19
Mobil laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) pinjaman BNPB beroperasi melayani tes swab Covid-19 di GOR Pancasila, Kota Surabaya, Sabtu (30/5/2020) [FOTO ANTARA/HO/Humas Pemkot Surabaya].

Suara.com - Sebuah commercial vehicle yang diubah menjadi laboratorium berjalan atau mobile lab telah menjadi topik hangat karena sangat dibutuhkan keberadaannya di Kota Surabaya. Terlepas dari permasalahan yang melatarbelakanginya, mobil  tadi memang penting. Inilah mobile lab yang diturunkan langsung dalam penanganan badai pandemi Covid-19. Terlebih untuk kebutuhan di area yang dinyatakan sebagai zona merah atau red zone.

Mobile Combat Covid-19 dikirimkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC19), sebagaimana dikutip dari laman covid19.go.id. Tujuannya adalah mendukung pengujian sampel di lapangan dengan pendekatan Polymerase Chain Reaction (PCR). Ada yang ditempatkan di Provinsi Jawa Timur sebanyak dua unit.

Sebelum diberangkatkan, Ketua GTPPC19 Doni Monardo melakukan inspeksi pada mobile lab ini, yang disebut sebagai Laboratorium Bio Safety Level 2 (BSL-2). Mobil Combat Covid-19 diharapkan mampu melakukan pengujian secara masif.

Petugas laboratorium memeriksa hasil test swab Covid-19 warga di dalam mobil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau Mobile Combat Covid-19 di RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (28/5/2020)[ANTARA/Umarul Faruq/zk].
Petugas laboratorium memeriksa hasil test swab Covid-19 warga di dalam mobil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau Mobile Combat Covid-19 di RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (28/5/2020)[ANTARA/Umarul Faruq/zk].

Salah satu alasan penempatan Mobile Combat Covid-19 di Provinsi Jawa Timur disebabkan karena memiliki kasus Corona terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Kasus positif COVID-19 Jawa Timur per 26 Mei 2020 mencapai 3.943 kasus.

Adapun keunggulan dari Mobile Combat Covid-19 untuk penanganan pemeriksaan adalah PCR dengan teknologi diadopsi dari Korea Selatan. Yaitu menggunakan reagen padat dalam analisa spesimen dari pasien. Kelebihannya, tidak membutuhkan pendingin khusus sehingga selaras mobilitas mobil menuju lokasi yang membutuhkan pemeriksaan. Dan hasil swab mampu diidentifikasi sekitar 40 menit.

Laman berikut adalah spesifikasi Mobile Combat Covid-19 dan tersedianya kembali di Surabaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blusukan Naik Toyota HiAce, Aksi Dokter Tirta Sita Perhatian Warganet

Blusukan Naik Toyota HiAce, Aksi Dokter Tirta Sita Perhatian Warganet

Otomotif | Jum'at, 17 April 2020 | 20:35 WIB

Unjuk Gigi di Tanah Air, Toyota Hiace Racikan mekanik Jepang Ini Memukau

Unjuk Gigi di Tanah Air, Toyota Hiace Racikan mekanik Jepang Ini Memukau

Otomotif | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 16:55 WIB

Toyota Hiace Generasi Keenam Muncul di Internet, Ini Spesifikasinya

Toyota Hiace Generasi Keenam Muncul di Internet, Ini Spesifikasinya

Otomotif | Selasa, 19 Februari 2019 | 16:45 WIB

Terkini

Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri

Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Naik Hercules TNI AU, 30 Ton Bantuan Pemprov Sulsel Meluncur ke Titik Gempa NTT

Naik Hercules TNI AU, 30 Ton Bantuan Pemprov Sulsel Meluncur ke Titik Gempa NTT

Sulsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Apa Itu Bilangan Prima? Ini Pengertian, Sifat, Contoh, dan Cara Menentukannya

Apa Itu Bilangan Prima? Ini Pengertian, Sifat, Contoh, dan Cara Menentukannya

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Praktis! 2 Produk Ini Bisa Hapus Makeup sekaligus Membersihkan Wajah

Praktis! 2 Produk Ini Bisa Hapus Makeup sekaligus Membersihkan Wajah

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU

Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU

Lampung | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Timnas Indonesia Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026?

Timnas Indonesia Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya

Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana

Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT

Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:43 WIB

×