Dapat Penumpang Tak Kasat Mata, Penuturan Ojol Ini Bikin Merinding

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
Dapat Penumpang Tak Kasat Mata, Penuturan Ojol Ini Bikin Merinding
Ilustrasi ojek online. (Suara.com/Ema Rohimah)

Begini kata ojol yang sedang viral tersebut.

Suara.com - Kisah yang dialami oleh Pak Herman, seorang pengendara ojol (ojek online) tengah ramai dibicarakan pengguna media sosial usai dirinya mengaku sempat mendapat penumpang 'misterius'.

Kisahnya juga sempat di-blow up oleh kanal Youtube terkenal, jurnalrisa, Selasa (16/6/2020) lalu.

"Kejadian itu udah satu setengah tahun. Saat itu saya sedang kesal dengan pelanggan yang salah alamat pengantaran," ujar ojol yang akrab disapa Icang tersebut.

Ia menyebutkan bahwa pesanan tersebut diterima di daerah Cihampelas, Bandung, Jawa Barat. Tak cuma itu, ia mengklaim pelanggan susah dihubungi, apalagi cuaca sedang hujan saat itu.

"Kemudian ada sesama ojol yang minta tolong untuk mengantar penumpang ke Subang karena motornya sudah tidak kuat," tutur Herman.

Ojol asal Bandung yang viral. (Youtube/jurnalrisa)
Ojol asal Bandung yang viral. (Youtube/jurnalrisa)

"Ini rencananya PP (pulang pergi), saya harus cepat-cepat karena besok mau interview," lanjutnya.

Selanjutnya ia menceritakan bahwa ia dibayar Rp 400 ribu untuk mengantar penumpang operan tersebut ambil baju dan kemudian kembali ke Bandung. Peristiwa tersebut terjadi pukul 9 malam.

Herman menuturkan bahwa motornya mulai mengalami kendala saat sedang melewati tanjakan Emen di daerah Kabupaten Subang.

"Kalau lewat sini harus bunyiin klakson, kalau enggak, buang puntung rokok," tutur Cindy si penumpang ojol, kepada Herman.

Tanjakan Emen tersebut dikenal menyimpan cukup banyak misteri. Penumpang ini pun bercerita mengenai lokasi tersebut pada Herman sembari bersedih.

"Kenapa orang selalu menyalahkan pak Emen, kan dia juga korban," tutur Cindy kepada Herman.

Saat menempuh perjalanan tersebut, ojol ini kerap merasa ditatap oleh pengguna jalan lain, membuat Herman merasa risau.

Sesampainya di lokasi, Herman menunggu di mulut gang dekat rumah Cindy. Namun di situlah hal yang janggal terjadi.

"Saya menunggu di mulut gang, melepas atribut ojol saya, saat menoleh ke belakang dia sudah tak ada," ucap Herman.

"Saya masih nggak heran lah, mungkin dia lari cepet-cepet karena takut kemalaman dan harus ke Bandung lagi," imbuhnya.

Usai menunggu, Herman memutuskan untuk menghampiri rumah Cindy yang ternyata dalam kondisi tak terawat.

"Saya menunggu sambil merokok, setelah habis sekitar beberapa batang. Udah hampir sejam, saya cari-cari toilet. Usai numpang di mini market, saya ke rumahnya," kata Herman.

"Terasnya kotor, lampu terasnya aja nggak nyala. Tak ada orang di sekitar situ. Saya mencari-cari orang, menanyakan apa ada yang namanya Cindy, katanya tidak ada," tutur Herman.

Herman sempat berpikir bahwa dirinya diumpankan ke begal. Ia pun takut untuk kembali ke Bandung langsung.

Kemudian Herman meminta bantuan dari rekan ojol di daerah Subang untuk menelusuri pesanan tersebut. Berhubung waktu sudah menunjukkan tengah malam, ojol ini memutuskan untuk menginap di pangkalan ojol yang membantunya.

Keesokan harinya, ojol ini pun balik ke Bandung dan menceritakan kejadian tersebut ke istrinya. Herman dan istrinya mulanya mengira bahwa peristiwa tersebut adalah penipuan.

Namun seorang ojol dari Subang bernama Kubay mengatakan pada Herman penumpangnya sudah meninggal.

Penuturan Herman di kanal jurnalrisa tersebut membuat warganet merinding, lantaran akhir penuturan yang diluar dugaan. Berikut beberapa di antaranya.

"Gilasih merinding," kata Dadang Kurniawan.

"Sumpah nonton ini ngerasa hati gak karuan carut marut gak jelas yaallah:((" kata ica anisa.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS