Digelar Sekali Saat Pandemi, Kini Car Free Day Ditiadakan Lagi

RR Ukirsari Manggalani | Fakhri Fuadi Muflih
Digelar Sekali Saat Pandemi, Kini Car Free Day Ditiadakan Lagi
Warga tak pakai masker di CFD Jakarta diminta sapu jalan. [Suara.com/Fakhri Fuadi].

Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day akan kembali ditiadakan karena berpotensi terjadi kerumuman.

Suara.com - Kegiatan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pekan lalu (21/6/2020) di kawasan Sudirman - Thamrin berlangsung tidak seperti disyaratkan. Seperti terjadi kerumunan, dan mengajak anak-anak. Atau dengan kata lain tidak mengindahkan protokol kesehatan.

Sehingga diputuskan bahwa kegiatan CFD atau HBKB kembali ditiadakan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo membenarkan keputusan ini.

Sejumlah warga berolahraga menggunakan sepeda di Jalan M.H Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah warga berolahraga menggunakan sepeda di Jalan M.H Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Benar, HBKB Sudirman-Thamrin ditiadakan," tukas Syafrin Lupito saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2020).

Ia menyatakan bahwa terdapat 40 ribu orang langsung memadati kawasan CFD di Ibu Kota Jakarta. Partisipan CFD terdiri dari para pejalan kaki dan pesepeda. Meski pejalan kaki masih lebih banyak, jumlah pengendara sepeda juga meningkat drastis.

"21.200 jalan kaki masuk, tentu ada beberapa yang keluar dari gedung-gedung sekitar kawasan Thamrin - Sudirman, tidak identifikasi, kemudian sepeda sekitar 18.800 (orang)," kata Syafrin Liputo dalam konfirmasi pada Selasa (23/6/2020).

Jumlah ini diperkirakan masih lebih banyak lagi. Sebab, terdapat banyak warga yang memang tidak terdata saat mengikuti CFD.

Selama penerapannya di hari pertama, Syafrin Liputo mengakui masih ada sejumlah pelanggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terjadi. Mulai tak menggunakan masker, berkerumun, dan lainnya.

"Kami mengimbau warga untuk tidak membawa anak kecil, ibu hamil, lansia atau orang usia lanjut di atas 60 tahun saat beraktivitas di HBKB, tapi masih ditemukan beberapa pelanggaran itu," jelasnya.

Selain itu, ada juga temuan lima orang reaktif terjangkit Covid-19 meski belakangan setelah dites swab hasilnya negatif. Segala pelanggaran dan bentuk potensi penularan akan dievaluasi untuk pelaksanaan selanjutnya.

"Itu bakal kami lakukan evaluasi, untuk hari ini kami akan laporkan ke ketua gugus tugas sebagai dasar pengambilan kebijakan ke depan," pungkasnya.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS