Ungkap Bahaya Memakai Helm Half Face, Pemotor Ini Malah Diceramahi Balik

Irwan Febri Rialdi | Cesar Uji Tawakal
Ungkap Bahaya Memakai Helm Half Face, Pemotor Ini Malah Diceramahi Balik
Ilustrasi helm. [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Bagi pemotor berkecepatan sedang, helm half face sudah dianggap layak untuk diandalkan sebagai pelindung.

Suara.com - Di Indonesia, helm half face yang berstandar SNI disebut sudah cukup untuk menjadi pelindung kepala pemotor, walaupun secara teknis ia kalah aman jika dibandingkan dengan helm full face.

Proteksi helm half face kerap disebut tidak maksimal lantaran ia tidak melindungi muka penggunanya terhadap benturan keras.

Keamanan helm half face itulah yang menjadi perhatian oleh seorang pemotor dengan akun Facebook bernama Rhy Hoffman yang tertimpa nasib apes saat berkendara.

Dalam unggahannya, terlihat mukanya yang tengah dalam kondisi terluka dihujam oleh batu yang diduga berasal dari jalanan.

Warganet ungkap bahaya helm half face. (Facebook)
Warganet ungkap bahaya helm half face. (Facebook)

"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, inilah penyebab mengapa helm half face harus dilarang," tulisnya.

Namun, ada hal yang patut disorot dalam potret tersebut, yakni kondisi kaca penutup yang dalam posisi 'terlipat'. Bahkan helm yang ia kenakan sebenarnya termasuk dalam kategori helm batok dan bukannya half face.

Walaupun tidak seaman pelindung dagu pada helm full face, tetapi setidaknya kaca pada helm half face bisa menangkis benda-benda yang berterbangan di jalan, seperti misalnya debu atau bahkan batu.

Niat warganet tersebut untuk memberi imbauan pada warganet pun malah menuai banyak protes, seperti pada beberapa komentar berikut ini.

"Knp kaca helm harus di tutup yah ini gunanya," ujar Todi Permana.

"Bagaimana dia tidak terluka wajahnya? Tidak ada kaca pelindung," kata Rodney Capinpin Estabillo.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS