Pabrikan Velg BBS di Ujung Kebangkrutan

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Pabrikan Velg BBS di Ujung Kebangkrutan
BBS rims atau velg yang kondang di dunai sport automotive serta tuning kenamaan [Shutterstock].

Berjaya membuat velg untuk kebutuhan balap termasuk F1, kini BBS memudar akibat COVID-19.

Suara.com - Pabrikan velg kenamaan asal Jerman, BBS atau kependekan dari Baumgartner Brand Schiltach, dikabarkan menuju kebangkrutan setelah mengalami krisis keuangan pasca diterpa pandemi COVID-19.

Mengutip Carcoops, BBS disebut harus menghentikan produksi akibat pandemi. Selain itu perusahaan juga harus berhadapan dengan urusan pasokan yang bermasalah.

"Laporan media mungkin telah menyebar berita bahwa BBS GmbH terpaksa mengajukan kebangkrutan di pengadilan distrik di Rottweil pada awal minggu ini. Ini adalah langkah penting untuk mencegah kebangkrutan dalam beberapa bulan mendatang," demikian tulis pernyataan resmi perusahaan.

Lebih lanjut, melalui keterangan tertulis, perusahaan masih harus melihat rencana perusahaan di ujung ketidakberuntungan ini.

Pasalnya perusahaan juga memiliki kesepakatan dengan balap stock car Amerika Serikat, NASCAR untuk memasok velg single-lug bagi mobil yang akan digunakan turun ke lintasan.

Bendera Konfederasi di ajang balap NASCAR.[Twitter/@hearenee33]
Suasana ajang balap NASCAR.[Twitter/@hearenee33]

"Kebangkrutan akan berdampak pada rencana perusahaan saat ini," demikian disebutkan pihak perusahaan.

Dan situasi saat ini, sebenarnya bukan pertama kali menempatkan BBS berada dalam situasi keuangan yang sulit. Pada 2007 pernah mengajukan kebangkrutan untuk pertama kali dan segera diakuisisi oleh perusahaan bernama Punch International.

Selanjutnya pada 2011, perusahaan mengajukan kebangkrutan lagi dan baru-baru ini pada 2015, perusahaan Korea Selatan Nice Corp menjadi pemegang saham mayoritas di BBS.

Seperti diketahui BBS bukan satu-satunya perusahaan di industri otomotif yang merasakan dampak dari pandemi COVID-19. Contoh dampak virus Corona terhadap dunia otomotif adalah raksasa mobil sewaan Hertz yang harus mengalami kebangkrutan pada akhir Mei 2020.

Sebagai catatan, BBS berdiri pada 1970, seperti dikutip dari laman resmi BBS, perusahaan ini didirikan Heinrich Baumgartner dan Klaus Brand di Schiltach, Black Forest Jerman. Akronim Baumgartner Brand Schiltach, dipilih sebagai nama brand.

Pertama kali, perusahaan menangani auto body parts berbahan plastik, sampai 1972. Inovasinya adalah velg tiga pieces gaya sport. Posisinya kuat untuk motorsport. Mulai go-public pada 1980 dengan nama BBS Kraftfahrzeugtechnik AG. Tiga tahun berikutnya, anak perusahaan BBS lahir di Jepang dan Amerika Serikat, bersamaan dengan pembukaan cabang di Italia.

BBS merayakan ulang tahun ke 25 pada 1995, pada saat Michael Schumacher memenangkan balap Formula One (F1) untuk kedua kalinya di bawah tim Benetton Renault yang menggunakan ban BBS. Dan berbagai kejuaraan motorport diterjuni BBS, dengan hasil membukukan serangkaia kemenangan. Dengan gaya retrofit yang mengalami revolusi velg two pieces, BBS ikut menggarap velg gaya klasik berdesain global.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS