- PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tidak akan ikut perang harga di IIMS 2026 meskipun kompetitor Jepang memotong harga.
- Suzuki memilih fokus mempertahankan kualitas produk dan loyalitas pelanggan dibandingkan mengejar penjualan jangka pendek.
- Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan membangun kepercayaan konsumen sejak Suzuki hadir di Indonesia era 70-an.
Suara.com - Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi saksi ketatnya persaingan harga antar pabrikan Jepang. Di tengah tren pemangkasan harga yang dilakukan beberapa kompetitor, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyatakan belum berminat mengambil strategi serupa untuk 'perang harga'.
Deputy Marketing Director PT SIS Dony Saputra menjelaskan bahwa pihaknya menghormati keputusan brand lain yang berani memotong harga produk mereka. Menurut Donny, strategi tersebut tentu sudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing perusahaan.
"Kalau kami dari Suzuki melihatnya agak berbeda dengan rekan-rekan (brand Jepang) lain. Saya yakin keputusan merek lain sudah menyesuaikan kebutuhan dan kondisi mereka," ujar Dony Saputra saat ditemui di area IIMS 2026, baru-baru ini.
Dony menegaskan bahwa Suzuki memiliki pertimbangan tersendiri dalam menjaga kualitas produk dan loyalitas pelanggan. Alih-alih terjun dalam kompetisi harga yang agresif, Suzuki lebih memilih fokus pada kepuasan konsumen dalam jangka panjang.
"Tapi Suzuki melihat penjualan nggak hanya proses jangka pendek, penjualan itu proses saat akuisisi dan konsumsi produk. Apabila merek lain melakukan perang harga, ya itu ranah mereka. Tapi kalau kami lebih fokus memberikan nilai ke konsumen saat mereka melakukan pembelian dan pascapembelian," tuturnya.
Kehadiran Suzuki di pasar otomotif tanah air sejak era 70-an menjadi landasan kuat untuk tidak sembarangan mengubah kebijakan harga. Menjaga kredibilitas merek dianggap jauh lebih penting daripada sekadar mengejar angka penjualan sesaat melalui diskon besar-besaran.
"Kami melihatnya bagaimana set value ini bisa ter-deliver ke konsumen. Kami sudah di Indonesia dari 70-an, membangun kepercayaan konsumen kami itu bukan hal mudah. Sulit untuk kami recover kalau kami mencederai kepercayaan itu," kata Dony menambahkan.

Sebagai informasi, beberapa raksasa otomotif Jepang seperti Honda dan Toyota mulai menawarkan harga yang lebih kompetitif. Honda diketahui menyesuaikan harga WR-V terbaru, sementara Toyota menghadirkan varian yang lebih terjangkau untuk Yaris Cross Hybrid dan Alphard.
Fenomena ini menjadi sinyal bahwa kompetisi di industri kendaraan bermotor Indonesia semakin panas. Meskipun merek China sangat agresif dalam penetapan harga, langkah brand Jepang yang ikut menyesuaikan harga menunjukkan dinamika pasar yang terus berubah. Suzuki tetap pada pendiriannya untuk mengutamakan nilai manfaat serta layanan purna jual bagi konsumen setia mereka di berbagai kota besar.
Baca Juga: IIMS 2026 Buktikan Keberhasilan Transformasi Pameran Otomotif Berbasis Kolaborasi Industri