Pantau PSBB, Waze Bekerja Sama dengan Berbagai Kota di Indonesia

RR Ukirsari Manggalani
Pantau PSBB, Waze Bekerja Sama dengan Berbagai Kota di Indonesia
Aplikasi navigasi Waze digunakan oleh pengemudi. Sebagai ilustrasi (Shutterstock).

Waze memiliki Waze for Cities Data untuk memberikan solusi mengelola lalu lintas saat diterapkan aturan khusus.

Suara.com - Waze for Cities Data adalah bagian dari Waze for Cities, dimana mitra dapat mengakses berbagai solusi dalam mengelola lalu lintas saat situasi genting. Sebagaimana rilis yang diterima Suara.com, inilah program gratis untuk berbagi data secara dua arah yang menghasilkan pemahaman lebih baik tentang smart data di antara para pemimpin kota, dan membantu mereka membuat keputusan yang lebih tepat ketika memantau kebijakan berbasis kota seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Selama situasi darurat seperti COVID-19 sekarang ini, serta penerapan PSBB, data real-time Waze menyediakan sumber daya yang sangat penting bagi mitra kami. Melalui wawasan data Waze yang kuat, kami sangat senang dapat membantu JSC dan JDS dalam mengelola lalu lintas dan membuat perencanaan kota yang baik," papar Marlin R. Siahaan, Country Manager Waze Indonesia.

Jakarta Smart City (JSC) dan Jabar Digital Service (JDS) adalah contoh pengguna Waze for Cities, yaitu program gratis untuk berbagi data dua arah mengenai informasi lalu lintas yang tersedia di publik, berfungsi untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan kemacetan di kota masing-masing.

JSC dan JDS merupakan dua dari lebih 1.500 mitra global yang menggunakan data Waze for Cities untuk mengurai kemacetan dan membuat perencanaan keputusan yang lebih baik.

Ketika COVID-19 melanda, data dari Waze digunakan untuk mengevaluasi kebijakan PSBB. Hasilnya dipaparkan langsung kepada Bupati atau Walikota, dengan kandungan informasi mengenai penurunan tingkat kemacetan dan beberapa area yang ditutup jalannya.

Selain itu, JSC menggunakan Waze for Cities Data untuk mengevaluasi kebijakan lalu lintas ganjil genap Jakarta. Juga embantu memonitor titik-titik kemacetan dinas perhubungan secara semi-automasi, dan menemukan rute yang tidak dijangkau jaringan MRT. Dengan data ini, JSC dapat mengidentifikasi dan merekomendasikan daerah-daerah yang perlu dijangkau oleh TransJakarta atau sistem transportasi umum lainnya, sekaligus memaksimalkan pilihan transportasi umum yang aman selama pandemi.

Suasana di jalan Rasuna Said arah Sudirman, Jakarta, Senin (16/3). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana di jalan Rasuna Said arah Sudirman, Jakarta, Senin (16/3/2020).  Saat ganjil genap ditiadakan [Suara.com/Alfian Winanto]

"Waze for Cities Data membantu kami menanggapi masalah dengan cepat dan membuat keputusan di saat krisis. Kami melihat bahwa platform ini akan terus berguna bagi perencanaan kami di masa mendatang. Setiap kali kami menemukan lubang jalan dan titik banjir, kami dapat langsung memberitahu pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah tersebut," jelas Setiaji, ST, M.Si, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat.

"Sebelum menggunakan data Waze, kami harus mengerahkan petugas di lapangan untuk memantau secara manual dengan menghitung volume kendaraan di jalan dan memeriksa CCTV. Sejak kami menjadi mitra Waze for Cities Data pada Juli tahun lalu, memantau lalu lintas menjadi jauh lebih mudah dan nyaman," imbuhnya.

Fitur terbaru Waze. [Waze]
Fitur Waze. [Waze]

Sementara Juan Intan Kanggrawan, Head of Data & Analytics Jakarta Smart City mengungkapkan hal serupa dalam menilai data Waze, yang mana membantu timnya dalam mengawasi kondisi lalu lintas Jakarta.

"Data Waze memungkinkan kami menelaah dan menganalisis pola kemacetan lalu lintas tertinggi di Jakarta, kemudian mengubah gagasan-gagasan menjadi tindakan untuk kota yang lebih baik lagi, di mana gagasan ini telah terjustifikasi dengan metrik yang dapat diukur. Ketika COVID-19 melanda, kami menggunakan pola pengemudi Waze secara real-time untuk menentukan keberhasilan PSBB dan memeriksa hasilnya," pungkasnya.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS