Kenangan Seorang Perempuan akan Bom Atom Hiroshima: Sempat Dikira Mati

BBC

BBC

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 17:15 WIB
Kenangan Seorang Perempuan akan Bom Atom Hiroshima:  Sempat Dikira Mati
[BBC].

Dalam kekacauan yang terjadi setelah ledakan bom, dia menuju Nakayamatoge, jalan setapak pegunungan menuju rumah kerabatnya di Gion.

Di jalan, dia melintasi ribuan orang meninggalkan kota yang hancur.

"Orang terluka di mana-mana. Saya melihat puluhan orang yang tubuhnya terbakar atau bernanah, yang bola matanya menyembul karena tekanan akibat ledakan, atau yang organ dalamnya menyembul dari tubuh dan mulut," tulisnya.

"Ketika saya berjalan, seseorang tiba-tiba meraih pergelangan kaki saya dan memohon, 'Nona muda, bisakah Anda memberi saya air?' Saya menepis tangannya... dan berkata, "Maafkan saya, maafkan saya!" Saya dipenuhi rasa takut dan terus berjalan untuk melarikan diri."

Di Gion, Michiko merasa lega karena ibunya masih hidup. Namun tidak ada waktu untuk memulihkan diri.

"Selama 10 hari, ibu dan saya berjalan di sekitar Hiroshima, mencari kakak laki-laki saya,  seorang tentara. Kami kemudian menemukan... dia telah meninggal di pusat ledakan... Jenazah kakak saya tidak pernah ditemukan."

Dia mungkin selamat, tapi Michiko jatuh sakit segera setelah itu. Gejala yang dia alami menjadi familiar bagi para dokter yang masih hidup.

"Saya mulai munjukkan gejala penyakit radiasi... Saya mengalami pendarahan dari gusi dan hidung saya, saya mengalami diare parah, rambut saya rontok dan bintik-bintik ungu muncul di seluruh tubuh saya," tulisnya kemudian.

"Saya dimasukkan ke dalam isolasi di gudang milik kerabat teman dan saya antara hidup dan mati. Semua orang di sekitar saya mengira saya akan mati, tetapi secara ajaib, saya selamat."

baca juga

Pemboman Hiroshima dan Nagasaki tiga hari sesudahnya tidak serta merta mengakhiri Perang Dunia II.

Blokade laut AS, invasi Rusia yang akan segera terjadi dan Deklarasi Postdam yang disusun ulang - syarat untuk penyerahan diri Jepang - untuk memungkinkan berlanjutnya pemerintahan Kekaisaran juga menentukan.

Pada 15 Agustus, penyerahan diri Kaisar Hirohito disiarkan di seluruh negeri.

Ketika dia mengumumkan bahwa Jepang akan "menanggung beban berat", banyak warga Hiroshima yang terkejut, bukankah mereka sudah menanggungnya?

Dalam beberapa hari, pekan dan bulan kemudian, Hiroshima dengan penuh ketabahan perlahan pulih.

Tiga hari setelah pemboman, kereta, trem dan bus beroperasi kemabali.

Dua bulan setelah itu, sekolah dibuka kembali meski kegiatan belajar mengajar dilakukan di gedung yang setengahnya hancur dan kelas di ruangan terbuka.

Dan dengan semua bank di seluruh kota hancur, kecuali Bank Jepang - satu-satunya yang selamat - mengundang pesaingnya untuk membuka kembali kantor cabangnya.

Hiroshima bangkit dari abu.

Michiko juga membangun kembali hidupnya.

"Pada 1948, ketika berusia 18 tahun, saya menikah. Pada April 1949, saya melahirkan bayi perempuan. Namun dia meninggal dua pekan kemudian. Saya percaya kematian bayi saya karena efek samping bom atom."

Dia melahirkan dua anak yang sehat, namun segera mendapat masalah lain. Suaminya kerap menghilang untuk menghabiskan waktu dengan kekasihnya, membawa serta penghasilan Michiko bersamanya.

Karena kelelahan akibat penyakit radiasi, frustrasi dengan perselingkuhan suaminya dan keinginan untuk bebas dari situasinya, Michiko sering menitipkan anak-anaknya ke kerabatnya. Ketika mereka kembali, dia akan melampiaskan rasa frustrasinya pada putrinya, Sanae.

"Pada tahun 1964, ibu saya meninggal karena kanker. Dalam keluarga saya, saya ditinggalkan sendirian. Ibu saya telah menerima tunjangan kehilangan akibat perang. Pemerintah Jepang menariknya setelah kematian ibu saya."

Ketika Michiko akhirnya menghadapi suaminya, dia mengaku berselingkuh dan meninggalkannya untuk kekasihnya. Tanpa dukungan keuangan dari suaminya atau negara, Michiko berjuang keras.

Dia mendapatkan pekerjaan sebagai pendamping tamu di sebuah restoran tradisional Jepang; setiap malam, dia mengenakan kimononya dan melayani pelanggan hingga larut malam.

Setiap tahun, pada 6 Agustus, Hiroshima mengadakan Upacara Peringatan Perdamaian, dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Bunda Theresa, Fidel Castro dan Mikhail Gorbachev.

Tetapi Michiko tidak dapat mendamaikan pidato perdamaian dengan apa yang dia alami pada saat itu dan tidak pernah menghadiri upacara pagi.

Dia akan hadir di sana pada malam hari untuk menyaksikan lentera mengambang, yang melambangkan jiwa mereka yang meninggal, dilepaskan ke Sungai Motoyasu.

Ketika Sanae memiliki anak - perempuan dan laki-laki - hubungannya yang renggang dengan putrinya berangsur-angsur sembuh.

Selama Obon, liburan bulan Agustus ketika keluarga menghormati arwah nenek moyang mereka, dia mengunjungi keluarga Sanae. Bersama-sama mereka akan menonton drama TV tentang bom atom. Michiko menganggap drama TV itu tidak meyakinkan.

"Anna mono janai!" - "Bukan seperti itu!" - keluarganya ingat ucapannya.

Selama sebagian besar hidupnya, Michiko tidak banyak berbicara tentang pengalamannya pada tahun 1945.

Tetapi menjelang peringatan 50 tahun pemboman, pada tahun 1995, dokter Michiko menyarankan agar dia menulis sendiri tentang kejadian-kejadian tersebut, untuk membantunya menemukan jalan keluar.

Awalnya Michiko enggan, tapi akhirnya dia setuju; dia takut jika tidak, ingatannya akan hilang selamanya.

Pada saat itu, Hiroshima adalah kota modern yang berkembang pesat dengan jalan raya yang lebar, toko-toko mewah, dan sedikit peninggalan masa lalu yang tragis.

Michiko tinggal di sebuah flat di dekat pusat kota ketika dia dipindahkan ke Hesaka, pinggiran timur.

Apartemen barunya berada di dekat Nakayamatoge, jalur pegunungan yang dia lintasi pada hari pemboman.

Sosok yang mencengkeram pergelangan kakinya kembali menghantuinya.

"Saya tidak akan pernah bisa menghapus suara orang tersebut dari kenangan saya," ujarnya.

Ketika saya pindah ke Hiroshima, saya hanya tahu sedikit tentang sejarah tersebut. Namun, saya bertemu dengan seorang perempuan bernama Kaori, cucu yang menuturkan kisah Michiko. Beberapa tahun kemudian, sebagai suami dan istri, kami menerjemahkan tulisan Michiko - tergerak oleh kisahnya yang sedih dan kegigihan untuk bertahan.

Istri saya ingat Michiko mengalami depresi di tahun-tahun berikutnya.

Sebagai perempuan yang berpikiran kuat dalam masyarakat yang menghargai tatemae (sanjungan) daripada honne (kejujuran), dia selalu berjuang untuk mencari teman.

Tapi sekarang dia merasa benar-benar terisolasi. Kemudian, karena menderita demensia, dia pindah ke panti jompo. Michiko meninggal pada Januari 2012.

Catatan tertulisnya sekarang telah ditempatkan di Peace Memorial Hall di Hiroshima - kenangan seorang perempuan tentang hari yang mengubah sejarah dan mengubah jalan hidupnya sendiri selamanya.

Karya terakhirnya mengisyaratkan kemampuan manusia untuk mengatasi kesulitan dan membangun kehidupan kembali.

"Sekarang, pada peringatan 50 tahun bom atom, saya merasakan kembali betapa berharganya hidup."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tabrakan Kereta Barang vs Kereta Penumpang 19 Orang Jadi Korban di Kroasia

Tabrakan Kereta Barang vs Kereta Penumpang 19 Orang Jadi Korban di Kroasia

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:45 WIB

PNM Ajak Nasabah Mekaar Studi Banding, Dorong Inovasi Usaha Ultra Mikro

PNM Ajak Nasabah Mekaar Studi Banding, Dorong Inovasi Usaha Ultra Mikro

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Menjaga Bahasa hingga Kuliner, Bagaimana Upaya Perempuan Lampung Merawat Identitas Budaya?

Menjaga Bahasa hingga Kuliner, Bagaimana Upaya Perempuan Lampung Merawat Identitas Budaya?

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Perempuan Era Digital: Merdeka Memilih atau Masih Terbebani Standar Medsos?

Perempuan Era Digital: Merdeka Memilih atau Masih Terbebani Standar Medsos?

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Label Beauty with Brain untuk Perempuan: Pujian atau Warisan Stereotip?

Label Beauty with Brain untuk Perempuan: Pujian atau Warisan Stereotip?

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Struktur Ombudsman RI Masih Pincang, Menanti Kepemimpinan Perempuan Demi Demokrasi yang Inklusif

Struktur Ombudsman RI Masih Pincang, Menanti Kepemimpinan Perempuan Demi Demokrasi yang Inklusif

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Berawal dari Bakery, Pengusaha Perempuan Surabaya Kembangkan Empat Gerai Mixue dalam 3 Tahun

Berawal dari Bakery, Pengusaha Perempuan Surabaya Kembangkan Empat Gerai Mixue dalam 3 Tahun

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Peringatan 81 Tahun Bom Hiroshima Menuntut Penghapusan Senjata Nuklir Dunia Sekarang

Peringatan 81 Tahun Bom Hiroshima Menuntut Penghapusan Senjata Nuklir Dunia Sekarang

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:52 WIB

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan

Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

×