Busana Tembus Pandang, Staf Dealer Produk Otomotif Ini Kena Pemecatan

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Busana Tembus Pandang, Staf Dealer Produk Otomotif Ini Kena Pemecatan
Ilustrasi pegawai mengenakan atasan warna terang [Shutterstock]

Kehilangan pekerjaan dialami seorang perempuan staf dealer produk otomotif karena busana.

Suara.com - Seorang sales mobil dealer Honda di Kota Alberta, Kanada kehilangan pekerjaan atau mengalami pemecatan dengan alasan kurang masuk akal. Yaitu mengenakan pakaian yang terlalu "nyata" saat bekerja. Busana dia dianggap tembus pandang atau transparan.

Bernama Caitlin Bernier, dalam sebuah posting di Facebook ia menyatakan pergi bekerja pada 11 September 2020, dan bertemu seorang staf perempuan yang mengatakan bahwa bajunya tembus pandang.

Ia lantas diminta mengenakan sweater atau pulang dan berganti pakaian. Dia juga diberitahu bahwa manajer yang berjenis kelamin pria tidak nyaman dengan busananya hari itu.

Namun Caitlin Bernier menganggap pakaiannya biasa saja, dan memposting foto seperti apa pakaiannya saat bekerja serta menimbulkan kegaduhan itu. Berupa atasan warna terang serta bawahan gelap.

Baca Juga: Ayah Idaman, Miliarder Ini Beli Ferrari Kembar Tiga untuk Putrinya

Caitlin Bernier (20) memposting dirinya dengan busana yang dia kenakan di hari pemecatan karena dianggap tembus pandang [Facebook].
Caitlin Bernier (20) memposting dirinya dengan busana yang dia kenakan di hari pemecatan karena dianggap tembus pandang [Facebook].

"Saya mengenakan pakaian yang persis sama ketika diwawancarai dan bekerja di dealer," begitu kalimat Caitlin Bernier, seperti dikutip dari Carscoops.

Ia menambahkan, sangat tidak masuk akal disarankan mengenakan sweater lengan panjang dengan suhu di luar sekitar 20 derajat Celsius.

Disebutkan pula bahwa saat kejadian, Caitlin Bernier melaporkan situasinya ke bagian SDM atau Sumber Daya Manusia. Yang menerimanya adalah petugas perempuan,  dan saat itu menyatakan bahwa ia sepakat busana yang dikenakan Caitlin Bernier biasa saja, tidak melanggar peraturan.

Namun setelah itu, ia mendapatkan kabar via telepon bahwa masa kerjanya telah berakhir. Kekinian, Caitlin Bernier hendak melaporkan pemecatan yang dianggap diskriminatif itu ke salah satu badan pemerhati hak asasi manusia.

Baca Juga: Aktifkan Fitur Autopilot, Driver Tesla Lelap di Kecepatan 150 Km per Jam

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS