Daihatsu Optimistis Mampu Pertahankan Posisi Tutup Tahun 2020

Kamis, 19 November 2020 | 23:05 WIB
Daihatsu Optimistis Mampu Pertahankan Posisi Tutup Tahun 2020
Booth PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di GIIAS 2019. Sebagai ilustrasi tahun ini tidak digelar pameran otomotif, bahkan penjualan mengalami penurunan karena pandemi [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Suara.com - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) optimistis masih mampu mempertahankan posisi di nomor dua dalam pasar otomotif Nasional, meski industri ini terbilang masih lesu. Sebagai dampak dari virus Corona di sektor otomotif.

Disampaikan oleh Marketing & CR Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso, Daihatsu sendiri ditargetkan bertahan di posisi kedua dengan market share minimal 17 persen. Dengan demikian, berapapun marketnya yang dipertahankan adalah market share.

"Kami masih berada di posisi kedua, dari target minimal 17 persen sekarang mencapai 18 persen. Kami optimis sampai akhir tahun dengan melihat jarak posisi nomor dua hingga empat, kami optimis nomor dua masih bisa tercapai," ujar Hendrayadi Lastiyoso, saat bincang virtual bersama awak media, Kamis (19/11/2020).

Ia menambahkan bahwa Daihatsu selalu melihat patokan pertumbuhan ekonomi. Tahun ini, diperkirakan minus 1,7 persen akan tetapi tahun depan mungkin 5 persen.

Foto udara pabrik Daihatsu Astra Motor yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara [Dok PT AstraDaihatsu Motor].
Foto udara pabrik Daihatsu Astra Motor yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara [Dok PT AstraDaihatsu Motor].

"Dengan prediksi yang optimis dari pemerintah Indonesia maupun lembaga keuangan dunia, maka Daihatsu optimis market otomotif juga bisa merangsek naik," kata Hendrayadi Lastiyoso.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara mengungkapkan bahwa target penjualan 600 ribu unit mobil untuk menutup 2020 dinilainya berat.

Pasalnya, waktu yang tidak lama lagi dan penjualan yang belum bisa dibilang normal dari pandemi COVID-19 menjadi salah satu faktor utama.

"Kami masih dipatok 600 ribu unit, tapi sepertinya agak berat. Waktunya sekarang sudah November. Sedangkan Desember, konsumen sudah mulai banyak libur," jelas Kukuh Kumara, dalam webinar diskusi virtual industri otomotif bersama Forwot dan Forwin.

Faktor lain, lanjutnya, ada juga konsumen yang sengaja menahan minat atau keinginan membeli mobil baru untuk saat ini. Mereka memilih menunggu tahun depan untuk peluncuran mobil baru.

Baca Juga: Indeks Saham Prancis Menguat, Sektor Otomotif Naik 5 Persen

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI