Daihatsu Optimistis Penjualan Mobil Indonesia Membaik di Paruh Kedua 2024

Liberty Jemadu Suara.Com
Selasa, 04 Juni 2024 | 22:45 WIB
Daihatsu Optimistis Penjualan Mobil Indonesia Membaik di Paruh Kedua 2024
Direktur Marketing dan Direktur Corporate Planning & Communication PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani [PT ADM].

Suara.com - PT Astra Daihatsu Motor optimistis pasar otomotif Indonesia akan membaik di semester kedua 2024, setelah terpuruk cukup dalam di empat bulan pertama tahun ini.

Direktur Pemasaran dan Direktur Perencanaan dan Komunikasi Perusahaan PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani bahkan mengatakan ada harapan perbaikan di kuartal kedua tahun ini.

"Kami berharap dari pencapaian Januari hingga April ini, kita masih ada kuartal kedua dan masih juga ada semester dua. Rasanya kami sangat optimis pasar masih bisa lebih baik lagi," kata Sri Agung di Bandung Jawa Barat, akhir pekan kemarin.

Pasar mobil Indonesia memang menghadapi penurunan penjualan pada kuartal pertama tahun 2024. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara ritel turun 15 persen di Januari - April kemarin.

Daihatsu juga merasakan penurunan penjualan. Hanya saja penyusutan penjualan yang dirasakan ADM sekitar 14 persen.

Sri Agung mengatakan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan penjualan ini, termasuk pelemahan pertumbuhan ekonomi dan dampak Pemilihan Presiden 2024.

Menurut dia, banyak konsumen yang menunggu kebijakan baru dari pemerintahan yang akan datang sebelum melakukan pembelian besar seperti mobil.

Selain itu, libur Lebaran yang lebih panjang tahun ini mengurangi jumlah hari kerja efektif, yang juga berkontribusi pada penurunan penjualan.

Kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin juga membuat konsumen menunggu kebijakan kredit yang lebih jelas sebelum melakukan pembelian kendaraan.

Baca Juga: Penjualan Mobil Elektrifikasi Terus Tumbuh, Hybrid Masih Terbesar

"Termasuk di dalamnya mungkin yang menjadi pertimbangan pasar itu adalah adanya isu kenaikan dolar itu, jadi industri bergerak. Kurang lebih seperti itu kebijakan yang mungkin mempengaruhi daya beli," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI