alexametrics

Pickup dan City Car Bakal Berjaya di 2021? Ini Kata Pakar Otomotif

RR Ukirsari Manggalani
Pickup dan City Car Bakal Berjaya di 2021? Ini Kata Pakar Otomotif
Honda Brio RS dipacu dalam test drive di Bali. Sebagai ilustrasi produk terlaris Nasional untuk 2020 [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Mobil laris untuk tahun ini diprediksi datang dari kategori city car dan pickup. Berikut kata pakar.

Suara.com - Tren mobil terlaris untuk tahun ini masih senada dengan 2020, yaitu mobil niaga pickup dan mobil city car menempati peringkat teratas. Demikian penuturan Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.

Pada 2020 telah terjadi pergeseran pasar dalam mobil terlaris di Indonesia. Honda Brio menyandang gelar mobil dengan penjualan tertinggi, disusul Suzuki Carry.

Dua model dari segmen city car dan kendaraan niaga ringan ini menggantikan posisi Toyota Kijang Avanza yang dikenal sebagai mobil terlaris di Indonesia kurun bertahun-tahun.

"Era pendemi terbukti menumbuhkan bisnis logistik mikro dan kecil untuk pengantaran barang yang semakin banyak dibeli melalui meledaknya bisnis via marketplace, hal itu membuat demand pickup meningkat signifikan," kata Yannes Martinus Pasaribu, saat dihubungi kantor berita Antara, pada Rabu (10/2/2021).

Baca Juga: Penyegaran Eksterior, Suzuki Pakai "ILMU" untuk New Carry Pickup

Suzuki New Carry Pick Up flat deck warna putih [PT SIS].
Suzuki New Carry Pick Up flat deck warna putih [PT SIS].

"Sedangkan penjualan city car melonjak cukup tinggi akibat semakin banyaknya pembeli pertama kendaraan baru, yang berasal dari segmentasi kelompok dan keluarga muda masyarakat generasi millennial (kelahiran 1981–1996) atau berumur 24 – 39 tahun," tambah Yannes Martinus Pasaribu.

Dominasi city car kurang lebih dipengaruhi karakteristik dari generasi millennial yang memiliki actual self-concept, ideal self-concept, social self-concept, dan ideal social self-concept yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Generasi millennial semakin berpikir rasional dan realistis. Generasi ini lebih berupaya untuk menikmati hidupnya dengan tidak memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang dianggap mengganggu dan tidak menyenangkan.

"Kredit jangka panjang dianggap sebagai sesuatu yang membosankan bagi mereka," jelas Yannes Martinus Pasaribu.

"Mereka tidak mau memaksakan dirinya terjebak pada kredit kendaraan berkepanjangan hingga lima tahun atau dengan beban cicilan yang terlalu memberatkan. Sebagai catatan, sekitar 85 persen kendaraan dibeli melalui kredit," lanjutnya.

Baca Juga: Belum Menyerah, Nissan Hadirkan March Versi Penyegaran

Yannes Martinus Pasaribu memaparkan bahwa ada riset yang menyebutkan bahwa generasi millennial cenderung tidak mau mengambil cicilan kendaraan dengan masa tenor di atas tiga tahun.

Generasi milenial beranggapan hal itu bisa saja menghilangkan peluang mereka untuk bisa lebih fleksibel dalam membelanjakan uangnya untuk hal-hal lain yang lebih cepat memberikan kesenangan bagi mereka, misalnya traveling.

"Lalu, keluarga muda generasi milenial cenderung bepergian dengan keluarga intinya yang rata-rata tidak lebih dari empat orang, dan mobil kecil atau city car bisa memenuhi semua itu," demikian Yanne Martinus Pasaribu memberikan kesimpulan.

"Harga lebih terjangkau dengan penghasilan tetap mereka, di awal menapaki kariernya," tutup Yannes Martinus Pasaribu.

Komentar