alexametrics

Meski Ada Insentif, Kendaraan Listrik Tak Langsung Ikut Terdorong

RR Ukirsari Manggalani
Meski Ada Insentif, Kendaraan Listrik Tak Langsung Ikut Terdorong
Peresmian SPKLU dilakukan di empat kota: Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Bali bagian selatan, bertepatan Hari Sumpah Pemuda. Sebagai ilustrasi kesiapan menuju ekosistem mobil listrik [Dok PLN].

Insentif untuk kendaraan konvensional dan mobil hybrid akan berbeda dengan mobil listrik.

Suara.com - Konsultan properti Colliers International menyatakan masuknya kendaraan listrik dan baterai ke pasar tampaknya akan menjadi bintang baru bagi sektor industri dan logistik di Indonesia.

Di sisi lain, berbagai kawasan industri di daerah harus siap menerima industri yang terkait dengan kendaraan listrik seperti pembuatan baterai mobil listrik. Demikian dikutip kantor berita Antara dari pemaparan Rivan Munansa, Director Industrial & Logistics Services Colliers International Indonesia, keterangan tertulis, Sabtu (13/2/2021).

"Masuknya industri-industri baru seperti kendaraan listrik dan baterai menunjukkan peluang besar bagi kawasan industri di Indonesia untuk menyambut berbagai jenis industri lainnya," jelasnya.

Akan tetapi, barang konsumsi dan e-commerce akan terus meluas, juga data center serta fasilitas cold storage masih tetap berkembang, seperti halnya berbagai industri lainnya.

Pengemudi taksi online melakukan pengisian daya pada mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta, Selasa (6/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pengemudi taksi online melakukan pengisian daya pada mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta, Selasa (6/10/2020).   Sebagai ilustrasi [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Dengan mempertimbangkan potensi dan peluang serta berbagai langkah khusus yang dilakukan pemerintah, kesiapan sektor industri untuk menyambut industri baru terlihat positif. Ini memberikan peluang yang luar biasa bagi sektor industri dan iklim investasi di Indonesia," tambah Rivan Munansa.

Pemerintah Indonesia memang terus mengupayakan tumbuhnya ekosistem kendaraan bermotor listrik. Meski pun penggunaan kendaraan listrik di Indonesia dinilai akan berjalan secara bertahap.

Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi, dalam jumpa pers virtual, sepekan lalu (5/2/2021) mengatakan pemerintah pun telah menyiapkan insentif untuk bisa mendorong kendaraan listrik, salah satunya dengan pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tahun ini.

"Jadi memang kalau saya lihat sudah ada regulasinya yang akan berlaku di akhir tahun ini, PPnBM untuk mobil listrik ini nol persen. PPnBMnya ini akan nol pada Oktober atau November. Jadi kalau mau beli mobil listrik, tunggu saja dulu sampai akhir tahun," katanya.

Meski pemerintah telah menyiapkan insentif, Septian Hario Seto menilai kebijakan itu tidak akan serta merta mendorong penggunaan kendaraan listrik secara signifikan. Hal itu, lanjut dia, juga lantaran kondisi Indonesia yang luas dan berupa kepulauan. Belum lagi jika nanti dibandingkan dengan insentif untuk kendaraan konvensional dan mobil hybrid.

"Bahkan dengan permodelan yang kami bikin, walaupun PPnBM dinolkan, insentif kami berikan lebih banyak untuk mobil listrik, kami lihat ini akan gradual (bertahap) penetrasinya," imbuh Septian Hario Seto.

Ia juga memperkirakan pembangunan infrastruktur di negara seluas Indonesia akan membutuhkan waktu sehingga penetrasi kendaraan listrik akan terjadi bertahap di seluruh penjuru Tanah Air.

Dan masih diperlukan analisis mendalam untuk menilai kesiapan kawasan listrik dalam menerima masuknya tipe industri baru seperti kendaraan listrik dan baterai.

Komentar