- Toyota memimpin pasar mobil Indonesia Januari 2026 dengan 22.066 unit, menunjukkan konsistensi dari tahun sebelumnya.
- Mitsubishi Motors berhasil naik ke posisi ketiga pada Januari 2026 setelah membukukan penjualan 6.141 unit.
- Honda mengalami penurunan drastis penjualan menjadi 4.233 unit, tergeser ke peringkat kelima dari posisi ketiga.
Suara.com - Pasar otomotif Indonesia awal tahun 2026 menunjukkan pergeseran menarik di jajaran lima besar merek mobil. Data GAIKINDO mencatat adanya perubahan posisi yang cukup signifikan, terutama bagi Honda yang mengalami penurunan tajam.
Jika dibandingkan dengan Januari 2025, tren ini memperlihatkan bagaimana persaingan antarbrand semakin ketat, dengan Mitsubishi Motors berhasil naik ke posisi ketiga.
Toyota tetap menjadi pemimpin pasar dengan penjualan ritel 22.066 unit pada Januari 2026. Angka ini naik tipis dari 21.553 unit di Januari 2025. Meski kenaikan tidak besar, konsistensi Toyota menunjukkan daya tahan brand yang kuat, terutama dengan portofolio produk yang luas dari segmen LCGC hingga SUV premium.
Daihatsu mencatat penjualan 11.202 unit pada Januari 2026, sedikit turun dari 11.305 unit di Januari 2025. Penurunan tipis ini tidak menggeser posisinya sebagai runner-up. Model-model populer seperti Sigra dan Terios masih menjadi tulang punggung penjualan Daihatsu.
Mitsubishi Motors Naik ke Posisi Ketiga

Mitsubishi Motors berhasil mencatat 6.141 unit pada Januari 2026, naik dari 4.665 unit di Januari 2025. Lonjakan ini membuat Mitsubishi menggeser Honda dari posisi ketiga.
Produk seperti Xpander dan Pajero Sport masih menjadi andalan, ditambah strategi promosi yang agresif di segmen keluarga.
Suzuki mencatat 5.501 unit pada Januari 2026, naik dari 4.525 unit di Januari 2025. Meski kenaikan tidak terlalu besar, Suzuki tetap konsisten dengan model seperti Ertiga dan XL7 yang menyasar segmen keluarga.
Honda Terjun Bebas ke Posisi Kelima
Baca Juga: Modal Rp50 Jutaan Bisa Tampil Gagah? Ini Pilihan SUV Bekas yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
Honda mengalami penurunan paling drastis. Dari 8.757 unit di Januari 2025, penjualannya anjlok menjadi hanya 4.233 unit di Januari 2026.
Penurunan lebih dari 50 persen ini membuat Honda turun ke posisi kelima, dari yang sebelumnya posisi 3. Minimnya model baru dan persaingan ketat di segmen SUV kompak serta LMPV membuat Honda kesulitan mempertahankan momentum.
Data ini menunjukkan bahwa Toyota masih dominan, Daihatsu tetap stabil, Mitsubishi berhasil naik berkat strategi produk yang kuat, Suzuki bertahan dengan kenaikan tipis, sementara Honda harus menghadapi tantangan besar.
Penurunan Honda menjadi sorotan utama, karena dalam satu tahun posisinya langsung merosot dari ketiga ke kelima.
Dengan tren ini, jelas bahwa pasar otomotif Indonesia semakin dinamis. Brand yang mampu menghadirkan produk sesuai kebutuhan konsumen dan menjaga strategi harga akan lebih mudah bertahan, sementara yang kurang agresif bisa cepat tergeser dari jajaran lima besar.