Ketika pengemudi mengalami micro sleep dan mobil melenceng dari lajur semestinya, LDA akan mengoreksi kemudi ke posisi normal. Fitur LDA dan DRCC dapat menjaga pengemudi dari potensi celaka.
![Suara.com mendapatkan kesempatan melakukan test drive Toyota Raize beberapa saat lalu. Tersedia dalam sistem transmisi manual dan matik [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/06/84693-toyota-raize-3.jpg)
Automatic High Beam
Fitur ini akan mendeteksi apakah ada mobil di depan atau dari arah berlawanan ketika melaju di malam hari.
Saat diaktifkan, AHB membantu mendeteksi lampu depan mobil sendiri, dan lampu belakang kendaraan sebelumnya, kemudian secara otomatis beralih antara high dan low beams.
Fitur ini membuat pengemudi tetap waspada dan lebih cepat mendeteksi adanya halangan yang membahayakan.
Dengan sejumlah fitur yang terbenam, pengguna Toyota Raize dapat lebih fokus saat berkendara. Sayang, dalam hal ini posisi berkendara mungkin akan terasa kurang nyaman bagi sejumlah pengguna.
Pasalnya, posisi lingkar kemudi belum bisa diatur sesuai kebutuhan. Selain itu, pengaturan bangku juga masih dilakukan secara manual atau belum menggunakan sistem electric.
Strategi ini mungkin menjadi salah satu cara pabrikan untuk menekan harga dari Toyota Raize.
Kabin Lapang
Di atas kertas, Raize memiliki dimensi panjang 4.030 mm, lebar 1.710 mm, tinggi 1.635 mm, dan ground clearance 200 mm. Ukuran ini berada di antara Toyota Rush dan Suzuki Ignis.
Meski terlihat kecil secara tampilan, namun ukuran kabin kembaran Daihatsu Rocky ini tergolong luas.
![Toyota Raize 1200cc akan meluncur di paruh kedua 2021. [Antara/Alviansyah Pasaribu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/04/64854-toyota-raize.jpg)
Posisi baris pertama masih cukup nyaman untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
Begitu juga dengan posisi bangku baris kedua. Penumpang baris kedua masih tetap bisa merasakan kenyamanan dengan posisi duduk normal.
Dalam hal ini penumpang tidak merasakan posisi kaki yang terbentur dengan bangku baris kedua. Begitu juga dengan bagian atap plafon yang jarang jaraknya masih cukup jauh dengan kepala penumpang.
Tidak hanya itu, bagasi Toyota Raize ternyata masih menyisakan ruang yang cukup lapang untuk membawa banyak barang bawaan.
Sayang, terdapat sejumlah tombol dummy pada sisi kanan dashboard pengemudi. Dalam hal ini hanya 2 yang bisa berfungsi, yakni untuk mematikan fitur kontrol stabilitas dan pre collision system.
Performa Mobil
Di sini Toyota Raize mengandalkan mesin 1KR-VET 1.000 cc 3-silinder turbo bertenaga 98 ps atau setara 96 tk pada 6.000 rpm dan torsi 140 Nm pada 2.400 – 4.000 rpm.
Tenaga tersebut disalurkan ke penggerak roda depan, melalui pilihan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis CVT.
Bila biasanya mesin 3 silinder cenderung menghasilkan getaran yang terasa sampai kabin mobil, nyatanya tidak untuk Toyota Raize.
Suasana di kabin masih terasa nyaman saat mobil di pacu sampai kecepatan 130 km/ jam. Mobil juga tidak terasa limbung.
![Toyota Raize 1200cc akan meluncur di paruh kedua 2021. [Antara/Alviansyah Pasaribu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/04/31665-toyota-raize.jpg)
Harga
Saat ini Toyota masih fokus untuk memasarkan Toyota Raize dengan mesin 1.0 Turbo. Sedangkan versi 1.2 baru akan diniagakan pada semester kedua tahun ini.
Berikut daftar harganya :
- 1.0T G M/T TWO TONE Rp 222,200,000
- 1.0T G CVT ONE TONE Rp 233,100,000
- 1.0T G CVT TWO TONE Rp 235,400,000
- 1.0T GR CVT ONE TONE Rp 244,700,000
- 1.0T GR CVT TWO TONE Rp 247,000,000
- 1.0T GR CVT TSS ONE TONE Rp 263,700,000