alexametrics

Ford dan Volkswagen Sepakat Kerja Sama Transfer Teknologi

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Ford dan Volkswagen Sepakat Kerja Sama Transfer Teknologi
Volkswagen ID.4, sebagaii ilustrasi salah satu mobil listrik produksi Volkswagen [Newsroom VW].

Tukar teknologi, adakah pihak salah satu pabrikan yang jadi merugi?

Suara.com - Dua pabrikan besar, Ford Motor Company dan Volkswagen sepakat untuk melakukan kemitraan. Melalui kerja sama yang terjalin, keduanya bakal saling berbagi teknologi yang dimiliki.

Volkswagen akan mendapatkan manfaat penggarapan model pick up dengan basis dari Ford Ranger, yang menjadi salah satu kekuatan produksi Ford Motor Company. Sementara perusahan yang didirikan Henry Ford bakal mendapatkan keuntungan menggunakan platform MEB yang digunakan Volkswagen dalam mengembangkan mobil listrik.

Presiden Ford Eropa, Stuart Rowley mengatakan bahwa kesepakatan yang terjalin ditujukan bagi masing-masing perusahaan untuk mendapatkan keuntungan setara.

Ford Mustang Mach-E [Ford Official via ANTARA News].
Ford Mustang Mach-E [Ford Official via ANTARA News].

"Kami memiliki beberapa hal yang telah kami sepakati bersama Volkswagen. Kami akan mencari peluang untuk bisa bekerja sama demi mendapatkan keuntungan bersama," ujar Stuart Rowley, dilansir dari Carbuzz.

Baca Juga: Konfirmasi Ford Tentang Kemitraan Sel Baterai EV dengan SK Innovation

Namun beberapa spekulasi menyebut bila Ford akan merugi lantaran untuk platform yang akan dibagikan oleh Volkswagen sudah dimiliki pihak Ford sendiri. Antara lain perusahaan dari Amerika Serikat ini telah memiliki SUV listrik Ford Mustang Mach-E.

Namun Rowley, sepertinya tidak merasa rugi tentang keputusan kerja sama ini. Menurutnya, sharing platform dari MEB yang dibawa Volkswagen tetap memberikan manfaat bagi Ford dalam pengembangan produk.

"Segmen kendaraan menengah di Eropa sangat penting, dan di sana Volkswagen memiliki skala yang lebih besar daripada Ford. Jadi masuk akal untuk menggunakan platform MEB dari Volkswagen," tegas Stuart Rowley.

Komentar