- Suspensi empuk meredam guncangan jalan rusak baik, namun mengurangi stabilitas saat mobil menikung cepat.
- Suspensi keras menawarkan stabilitas handling baik pada kecepatan tinggi, meski getaran kabin penumpang meningkat.
- Pemilihan suspensi bergantung kebutuhan; empuk untuk kenyamanan keluarga, keras untuk performa handling mantap.
Suara.com - Bagi banyak orang, kenyamanan berkendara jadi faktor utama saat memilih mobil bekas. Tapi ada dilema klasik yang selalu muncul: suspensi empuk atau suspensi keras?
Keduanya punya karakter berbeda. Suspensi empuk biasanya bikin perjalanan terasa halus, tapi sering kali mobil jadi limbung saat menikung. Sebaliknya, suspensi keras memberi stabilitas lebih baik, namun bisa membuat penumpang cepat lelah atau bahkan mabuk darat.
Nah, sebelum menentukan pilihan, begini lima plus dan minus dari masing-masing karakter suspensi seperti yang telah Suara.com rangkum.
1. Suspensi Empuk: Nyaman di Jalan Kasar
-Plus: Suspensi empuk sangat cocok untuk jalanan bergelombang atau rusak. Guncangan bisa diredam dengan baik sehingga penumpang merasa lebih rileks. Cocok untuk perjalanan jauh atau mobil keluarga.
-Minus: Karena terlalu fokus pada kenyamanan, mobil dengan suspensi empuk cenderung limbung saat menikung cepat. Body roll lebih terasa, sehingga pengendalian kurang presisi.
2. Suspensi Keras: Stabil di Kecepatan Tinggi
-Plus: Suspensi keras membuat mobil lebih stabil saat melaju cepat atau menikung tajam. Handling terasa lebih mantap, cocok untuk mobil sport atau SUV yang sering dipacu di jalan tol.
-Minus: Getaran dari jalan lebih banyak masuk ke kabin. Penumpang bisa cepat lelah, bahkan ada yang mabuk darat karena tubuh terus menerima hentakan kecil.
Baca Juga: Konsumsi BBM Mitsubishi Xpander 1 Liter Berapa km?
3. Efisiensi dan Kontrol
Suspensi empuk biasanya membuat pengemudi harus lebih hati-hati saat bermanuver, karena mobil tidak secepat itu merespons. Sebaliknya, suspensi keras memberi kontrol lebih baik, sehingga pengemudi bisa lebih percaya diri di tikungan atau saat bermanuver mendadak.
4. Usia dan Kondisi Penumpang
Untuk keluarga dengan anak kecil atau orang tua, suspensi empuk jelas lebih ramah. Getaran minim membuat perjalanan lebih nyaman. Namun, bagi pengendara muda yang suka kecepatan dan stabilitas, suspensi keras terasa lebih menyenangkan.
5. Biaya dan Perawatan
Suspensi empuk biasanya lebih cepat aus jika sering dipakai di jalan rusak, karena komponen bekerja ekstra keras meredam guncangan. Suspensi keras lebih tahan lama, tapi bisa membuat komponen lain seperti interior lebih cepat berderit akibat getaran.
Jadi, pilihan antara suspensi empuk atau keras kembali ke kebutuhan. Jika mobil dipakai harian di jalanan kota dengan banyak lubang, suspensi empuk lebih ideal. Tapi kalau sering melaju di tol atau suka mobil dengan handling mantap, suspensi keras bisa jadi pilihan.
Intinya, tidak ada yang mutlak lebih baik—semua tergantung gaya berkendara dan prioritas kenyamanan versus stabilitas.