alexametrics

Konsorsium Hyundai - PT IBI Teken Produksi Baterai, Ini Sambutan Dubes RI - Korsel

RR Ukirsari Manggalani
Konsorsium Hyundai - PT IBI Teken Produksi Baterai, Ini Sambutan Dubes RI - Korsel
Ilustrasi sambutan kerja sama dengan jabat tangan. Saat ini dilakukan secara virtual karena masa pandemi [Shutterstock].

Kerja sama kedua negara untuk pabrik sel baterai mobil listrik diharapkan berorientasi lingkungan.

Suara.com - Pabrik baterai mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) dari Konsorsium Hyundai di Karawang, Jawa Barat akan dibangun dengan total nilai investasi sebesar 1,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memulai proyek pembangunan pabrik ini dilakukan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bersama Konsorsium Hyundai dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) secara virtual, Rabu (28/7/2021).

Dikutip dari kantor berita Antara, Konsorsium Hyundai terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC).

Kerja sama investasi ini adalah salah satu tahap dari keseluruhan rencana proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai 9,8 miliar dolar AS.

Baca Juga: Lima Fakta Seputar Kehadiran Pabrik Baterai Hyundai - LG di Karawang

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam penandatanganan MoU dengan Konsorsium Hyundai dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) untuk pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik secara virtual, Rabu (18/7/2021) [ANTARA/HO Kementerian Investasi/BKPM]
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam penandatanganan MoU dengan Konsorsium Hyundai dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) untuk pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik secara virtual, Rabu (18/7/2021) [ANTARA/HO Kementerian Investasi/BKPM]

Bahlil Lahadalia mengungkapkan apresiasinya kepada pihak Hyundai, LG maupun PT Industri Baterai Indonesia atas terlaksananya kerja sama ini. Sebagaimana disampaikan secara tertulis pada Kamis (29/7/2021).

Sebutkannya bahwa perjanjian kerja sama ini terealisasi dengan proses dan negosiasi yang panjang sehingga dapat menguntungkan semua pihak.

Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Taesung mengatakan kerja sama investasi mobil listrik dan baterai akan menjadi kontributor yang secara inovatif menjalankan perekonomian yang lebih berorientasi pada lingkungan, teknologi, dan ekspor.

"Saya sebagai Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia akan menggerakkan segala dukungan agar kerja sama ini menjadi salah satu kerja sama yang sukses dan terbaik antara Korea dan Indonesia," papar Yang Mulia Mr Park Taesung.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi menyampaikan bahwa terjalinnya kerja sama ini adalah wujud komitmen kedua negara, meskipun masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

Baca Juga: Hyundai - LG dan Pemerintah RI Tandatangani MoU, Pabrik Baterai BEV Hadir di Karawang

"Dalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan, proyek ini termasuk sangat strategis dan bersejarah karena membantu transformasi Indonesia menuju negara dengan industri yang kuat dan maju. Tentunya betul-betul mengalihkan bisnis ekstraksi menjadi manufaktur yang lebih bernilai tambah," kata Yang Mulia Bapak Umar Hadi.

Konsorsium Hyundai rencananya akan membentuk joint venture (JV) dengan PT Industri Baterai Indonesia selaku holding BUMN Baterai, gabungan dari empat BUMN, yaitu PLN, Pertamina, MIND ID, dan Antam.

Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho menyatakan pihaknya akan memproduksi baterai secara kompetitif untuk memenuhi kebutuhan Indonesia, juga untuk ekspor.

Sedangkan Sedangkan CEO Hyundai Mobis Co. Ltd Sung Hwan Cho menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan mobil listrik dan ekosistemnya di Indonesia.