- Lembaga JD Power merilis studi APEAL 2026 di Amerika Serikat yang melibatkan 78.514 responden pemilik kendaraan model terbaru.
- Pemilik mobil listrik mencatatkan lonjakan skor kepuasan 22 poin dan mengungguli mobil bensin pada hampir seluruh kategori penilaian.
- Pengalaman berkendara yang responsif membuat tingkat kepuasan tinggi dan berpotensi meningkatkan loyalitas konsumen terhadap kendaraan listrik.
Suara.com - Tren kepuasan pemilik mobil listrik menunjukkan grafik yang sangat positif bahkan melampaui kebahagiaan para pengguna mobil bermesin bensin atau internal combustion engine. Fakta ini terungkap melalui studi terbaru yang dilakukan oleh lembaga riset kenamaan JD Power. Data tersebut memperlihatkan bahwa pemilik mobil listrik baterai cenderung memiliki keterikatan emosional yang jauh lebih kuat terhadap kendaraan mereka dibandingkan pemilik mobil berbahan bakar fosil.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Battery Electric Vehicle (BEV) mencatatkan lonjakan skor kepuasan paling signifikan secara tahunan dengan kenaikan hingga 22 poin. Menariknya mobil listrik murni ini mampu mengungguli mobil bensin di hampir seluruh kategori penilaian yang ada. Perbedaan paling mencolok ditemukan pada sektor sistem penggerak di mana mobil listrik unggul telak dengan selisih mencapai 109 poin.
Pengalaman berkendara yang responsif dan halus menjadi alasan utama mengapa pemilik kendaraan listrik merasa lebih puas dibandingkan saat mengendarai mobil konvensional. Studi bertajuk APEAL 2026 yang digelar di Amerika Serikat ini memang berbeda dari survei kualitas yang hanya menghitung jumlah kerusakan. Penilaian lebih menitikberatkan pada aspek emosional serta desain kendaraan setelah digunakan selama 90 hari pertama oleh konsumen.
JD Power melibatkan sebanyak 78.514 responden yang merupakan pemilik kendaraan model terbaru. Para pengguna diminta untuk memberikan skor pada 37 atribut berbeda mulai dari tingkat kenyamanan kursi hingga sensasi akselerasi saat pedal ditekan. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kepuasan yang tinggi ini berpotensi besar memengaruhi loyalitas konsumen di masa depan. Pemilik mobil listrik memiliki kecenderungan sangat tinggi untuk kembali memilih kendaraan bertenaga baterai saat mereka ingin menambah atau mengganti mobil.
Temuan ini menjadi sinyal kuat bagi industri otomotif global termasuk di Indonesia bahwa daya tarik kendaraan listrik bukan sekadar soal efisiensi bahan bakar atau teknologi ramah lingkungan semata. Pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan dan desain yang menarik terbukti mampu menciptakan standar kepuasan baru yang sulit ditandingi oleh teknologi mesin pembakaran konvensional yang sudah ada selama puluhan tahun.