alexametrics

Pemerintah Amerika Serikat Desak Carmaker Jual 40 Persen Mobil Listrik di 2030

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Pemerintah Amerika Serikat Desak Carmaker Jual 40 Persen Mobil Listrik di 2030
Stasiun pengisian ulang baterai mobil. Sebagai ilustrasi infratruktur pengembangan ekosistem mobil listrik (Shutterstock).

Pihak White House disebutkan perlu menyiapkan dana yang diperlukan.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan sedang melakukan negosiasi dengan para pembuat mobil agar 40 persen kendaraan yang dijual di negaranya adalah kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV). Aturan berlaku mulai 2030.

Brian Rothenberg, juru bicara United Auto Workers mengatakan bahwa serikat pekerja sedang berdiskusi dengan White House dan carmaker. Yaitu tentang target penjualan, namun kekinian kesepakatan belum tercapai.

General Motors juga menyatakan hal senada soal kesepakatan ini. Penjualan mobil baru dinilai akan signifikan karena saat ini beberapa pembuat mobil Amerika Serikat telah berjanji untuk mengubah jajaran model mereka menjadi kendaraan listrik.

Soal kesepakatan volume atau jumlah unit produksi juga belum didapat titik temu. Selain itu, para pembuat mobil juga masih melihat bentuk dukungan dari pemerintah dalam memenuhi tujuan ini. Antara lain subsidi atau pendanaan untuk pengisian infrastruktur.

Baca Juga: Produksi Powertrain Mobil Listrik, LG Magna e-Powertrain Sepakati Kepemilikan Saham

Mobil listrik produksi Tesla Incorporation tengah mengisi daya di stasiun supercharger di Redondo Beach, California, 2021. Sebagai ilustrasi produk dan infrastruktur Tesla [AFP/Patrick T. Fallon].
Mobil listrik produksi Tesla Incorporation tengah mengisi daya di stasiun supercharger di Redondo Beach, California, 2021. Sebagai ilustrasi infrastruktur pengisian ulang baterai [AFP/Patrick T. Fallon].

"Ford telah mengatakan bahwa kami memimpin revolusi elektrifikasi dan merencanakan setidaknya 40 persen dari volume kendaraan global kami menjadi serba listrik pada 2030," ujar Melissa Miller, juru bicara Ford Motor Company, dikutip dari AP News.

Sejauh ini, White House belum mengatakan berapa banyak stasiun pengisian yang nantinya akan dibangun. Padahal inilah infrastruktur dalam pengembangan EV.

"Dalam konteksnya, ini adalah investasi besar, tetapi pemerintah harus benar-benar menyiapkan dana yang diperlukan," kata Nick Nigro, Ketua Atlas Public Policy, sebuah perusahaan riset yang menganalisis pasar EV.