alexametrics

Beli Sepeda Motor Tunai Pakai Uang Pecahan, Perlu Lima Jam Menghitung Jumlah Totalnya

RR Ukirsari Manggalani
Beli Sepeda Motor Tunai Pakai Uang Pecahan, Perlu Lima Jam Menghitung Jumlah Totalnya
Daniel Budi, pembeli Yamaha Lexi 125 dengan uang tunai berbagai pecahan, kertas sampai koin [Yamaha DDS 3].

Dibungkus plastik, inilah hasil tabungan konsumen selama satu tahun tujuh bulan untuk produk Yamaha incarannya.

Suara.com - Kekinian, namanya menabung adalah menyisihkan sebagian uang untuk disimpan di bank. Bahkan tak perlu memegang wujud secara riil, setting bisa menggunakan fitur mobile banking. Segala urusan pendapatan dikirim secara digital dan dibelanjakan secara elektronik. Namun kisah berbeda dilakoni Daniel Budi, yang bertahan menggunakan cara tradisional untuk membeli sepeda motor. Satu unit Yamaha Lexi 125 Standard.

Daniel  Budi sengaja mengumpulkan uang recehan demi membeli motor impiannya, Yamaha Lexi 125 Standard, dengan menabung selama satu tahun tujuh bulan lamanya.

Dituturkan oleh Yamaha DDS 3 (Jawa Tengah – DIY) bahwa konsumennya itu setiap hari menyisihkan penghasilan dalam bentuk uang riil. Mulai koin Rp500, Rp1,000, Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000.

Semua sales counter dan tim sales Yamaha Mataram Sakti Setiabudi, Banyumanik, Semarang diterjunkan untuk menghitung uang pecahan dari tabungan. Rekornya: butuh lima jam untuk menghitung total uang konsumen ini [Yamaha DDS 3].
Semua sales counter dan tim sales Yamaha Mataram Sakti Setiabudi, Banyumanik, Semarang diterjunkan untuk menghitung uang pecahan dari tabungan. Rekornya: butuh lima jam untuk menghitung total uang konsumen ini [Yamaha DDS 3].

"Pokoknya saya harus menabung setiap hari, berapapun nilainya. Karena dengan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, maka saya optimis keinginan saya memiliki Yamaha Lexi akan terwujud," kata Daniel Budi sebagaimana dikisahkan Yamaha DDS 3.

Baca Juga: Percetakan Koin Logam Tertua di Dunia Ditemukan di China

Pihak diler dibuat kaget jadinya, ketika ada konsumen datang untuk membeli Yamaha Lexi secara cash atau tunai. Yang diwadahi dalam plastik dan terdiri dari uang pecahan tadi. Mulai koin hingga kertas.

Kasir tentu tak bisa menghitung uang pecahan sebanyak itu. Bala bantuan pun datang dari semua sales counter dan beberapa tim sales.

Total waktu penghitungan adalah lima jam, dengan total uang Daniel Budi mencapai Rp22 juta.

"Menerima pembayaran dari pembelian sepeda motor Yamaha secara tunai sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi kami, namun dengan uang pecahan yang demikian banyak adalah hal yang baru bagi kami," komentar Ayuni Wulan, Kepala Cabang dealer Yamaha Mataram Sakti Setiabudi, Banyumanik, Semarang.

Disebutkannya pula dalam kondisi pandemi COVID-19 tentu uang dalam bentuk riil dan bukan digital perlu ditangani secara higienis.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Anya Geraldine Senang Motoran Pakai Yamaha Lexi

"Namun kami menerima dengan penuh syukur dan menghitungnya dengan seksama, berdasarkan standar protokol kesehatan yang ketat," tandas Ayuni Wulan.

Hasil penghitungan uang tabungan konsumen untuk dibelikan Yamaha Lexi 125 seharga Rp22 juta [Yamaha DDS 3].
Hasil akhir penghitungan uang tabungan konsumen untuk dibelikan Yamaha Lexi 125 seharga Rp22 juta [Yamaha DDS 3].

Dan pembeli pun puas saat Yamaha Lexi 125 sudah di tangan. Pertama adanya teknologi Bluecore yang membuat motor irit bahan bakar, lampu hazard untuk kondisi darurat--tentunya digunakan dalam kondisi berhenti, bukan saat melaju dalam hujan--serta bagasi muat banyak. Mulai jas hujan sampai pakaian.

"Paling membantu karena setiap hari dipakai kerja adalah ban sudah tubeless, jadi bila kena paku, tetap bisa digunakan karena tekanan angin pada ban masih aman, dan tinggal menuju tambal ban terdekat," tukas Daniel Budi.

Selamat menikmati hasil tabungan dan sepeda motor baru!

Komentar