alexametrics

Stop Produksi Panther, Isuzu Sebutkan Tidak Ada Dampak Terhadap Penjualan

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Stop Produksi Panther, Isuzu Sebutkan Tidak Ada Dampak Terhadap Penjualan
Isuzu Panther Grand Touring. Sebagai ilustrasi [Dok Isuzu Astra].

Jangan kuatir bila memiliki Isuzu Panther di rumah. Ini yang disebutkan perusahaannya.

Suara.com - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memutuskan tidak lagi memasarkan Isuzu Panther di Indonesia. Meski produk ini terkenal dan memiliki konsumen loyal, keputusan perusahaan untuk menghentikan produksi mobil legendaris itu tidak terlalu berdampak terhadap penjualan secara umum.

"Sebenarnya kalau total di luar pandemi tidak begitu terasa (terhadap penjualan). Setahun terakhir, volume Isuzu Panther memang sudah kecil sekali," jelas Attias Asril, Marketing Division Head PT IAMI, dalam sesi Ngobrol Virtual bersama Forwot, Selasa (24/8/2021).

Kendati demikian, sambung Attias Asril, konsumen Isuzu Panther tidak perlu khawatir terkait layanan purna jual. Pasalnya PT IAMI akan tetap menyediakan kebutuhan spare part sampai 10 tahun ke depan.

Presiden Joko Widodo resmikan ekspor Isuzu Traga [Biro Pers Sekretariat Presiden/[Muchlis Jr].
Isuzu Traga saat Presiden Joko Widodo meresmikan ekspornya [Biro Pers Sekretariat Presiden/[Muchlis Jr].

"Part masih kami sediakan antara delapan sampai 10 tahun ke depan. Selanjutnya, kalau memang permintaannya tinggi, pasti akan kami persiapkan," jelasnya.

Baca Juga: Dalam Tahap Persiapan, Isuzu MU-X Dipastikan Meluncur Tahun Ini

Sebagai informasi, keputusan PT IAMI untuk menghentikan penjualan Isuzu Panther memang terbentur dengan dilaksanakannya regulasi Euro IV yang akan diimplementasikan pada 2022.

Selanjutnya pembuat mobil asal Jepang ini akan fokus di segmen komersial pada produk Isuzu D-Max, Isuzu Traga, Isuzu Elf, Isuzu GIGA dan kendaraan penumpang Isuzu MU-X.

Komentar