alexametrics

Mazda, Toyota dan Denso Kolaborasi Siapkan Suku Cadang Mobil Bersama

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Mazda, Toyota dan Denso Kolaborasi Siapkan Suku Cadang Mobil Bersama
IAA Motor Show yang kini disebut sebagai IAA Mobility, sebagai ilustrasi bersatunya industri otomotif Eropa. Langkah itu kini dilakukan para pelaku industri otomotif Jepang [Shutterstock].

Langkah bersatu para pelaku industri otomotif Jepang ini sebelumnya sudah dilakukan pabrikan kendaraan di Eropa.

Suara.com - Dalam upaya mempercepat pengembangan produk masa depan dan memangkas biaya, 10 pembuat mobil Jepang dan pemasok suku cadang mengumumkan akan membuat standarisasi cara merancang kendaraan.

Dari kalangan carmaker, ada Mazda, Toyota, Honda, Nissan dan Subaru. Lantas di sektor pemasok suku cadang terdapat Denso, Panasonic, Mitsubishi Electric, Aisin dan Jatco. Seluruhnya duduk bersama dan siap bergabung dalam satu organisasi untuk pengembangan suku cadang bersama.

"Kami harus menghilangkan perbedaan antara pembuat kendaraan dan suku cadang," jelas Mitsuo Hitomi, senior divisi inovasi di Mazda, dikutip dari Nikkei Asia.

Tokyo Motor Show. [Toshifumi Kitamura/AFP]
Tokyo Motor Show, sebagai ilustrasi wadah kebersamaan para pelaku otomotif Jepang [AFP/Toshifumi Kitamura]

Nantinya, dalam melakukan pengembangan berbasis model, setiap bagian akan dirender dalam bentuk digital sehingga dapat dilihat secara virtual.

Baca Juga: Daftar LMPV Terlaris Agustus, Daihatsu Xenia Geser Honda Mobilio dari Tiga Besar

Simulasi ini memungkinkan desainer melihat bagian yang menyebabkan malfungsi. Pendekatan ini lebih murah dan lebih cepat daripada membangun dan menjalankan prototipe.

"Kami akan meningkatkan efisiensi di mana kami bisa. Sehingga kami dapat fokus pada investasi di bidang-bidang seperti teknologi lingkungan," ujar Mitsuo Hitomi.

Saat ini insinyur Mazda bekerja dengan komputer. Produsen mobil ini adalah salah satu dari 10 perusahaan industri otomotif yang menawarkan keahliannya dalam pengembangan suku cadang berbasis model.

Hasilnya, Mazda mampu mengurangi separuh waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan mesin menggunakan pengembangan berbasis model.

Sebelum carmaker dan pembuat komponen asal Jepang bergabung dalam satu organisasi ini, hal serupa sudah terlebih dulu dilakukan pembuat mobil serta komponen Eropa. Mereka memperkenalkan pengembangan berbasis model. Nama-nama seperti Daimler, BMW, Bosch, dan Continental tercantum sebagai anggota.

Baca Juga: Daihatsu Gelar Pelatihan Otomotif Virtual, Kali Ini untuk Guru SMK se-DKI dan Banten

Komentar