facebook

Sony Mencari Mitra Untuk Terjun ke Pasar Kendaraan Listrik

Liberty Jemadu | Manuel Jeghesta Nainggolan
Sony Mencari Mitra Untuk Terjun ke Pasar Kendaraan Listrik
Sony sedang mencari mitra baru untuk mengembangkan kendaraan listrik. Foto: Ilustrasi logo Sony. [Shutterstock]

Sony Mobility didirikan pada Januari 2022 untuk mengembangkan kendaraan listrik.

Suara.com - Sony dikabarkan sedang mencari mitra baru untuk masuk ke pasar kendaraan listrik. Mitra-mitra itu akan bekerja sama dengan Sony Mobility Inc, yang berdiri awal tahun ini, untuk mengembangkan kendaraan listrik.

Bos Sony Mobility, Izumi Kawanishi mengatakan transformasi ke kendaraan listrik saat ini mirip dengan yang terjadi dengan perkembangan ponsel menjadi smartphone.

"Kami melihat risiko yang lebih besar jika mengabaikan pasar EV," ujar Izumi Kawanishi, dikutip dari Carscoops.

Strategi bisnis Sony untuk mulai merambah bisnis kendaraan listrik sebenarnya sudah terlihat saat memperkenalkan konsep SUV listrik Vision-S pada ajang CES 2020. Kemudian perusahaan kembali menghadirkan Vision-S 2 di CES 2022.

Baca Juga: Foxconn Teken Komitmen Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia, Gandeng Indika Energy

Kedua mobil konsep tersebut dibangun oleh Magna Steyr di Austria yang memiliki banyak pengalaman dalam bidang EV. Perusahaan lain yang membantu dalam desain dan pengembangan kendaraan Sony termasuk Bosch, Valeo, dan Almotive.

Tesla menjadi pembuat mobil yang merubah industri otomotif. Sementara nama-nama seperti Toyota, VW Group, General Motors, dan Stellantis, telah melakukan investasi miliaran dalam kendaraan listrik.

Dengan demikian opsi yang paling layak bagi Sony adalah membentuk aliansi dan mencari kemitraan untuk proyek EV-nya.

Ketika ditanya apakah perusahaan China akan cocok untuk Sony, Kawanishi mengatakan bahwa "Sony akan memilih mitra baru untuk proyek EV-nya berdasarkan teknologi yang dapat mereka bawa, tanpa memandang kebangsaan mereka."

Sony bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang ingin masuk ke pasar EV, karena diketahui Apple, LG, Foxconn, Grup Alibaba, Xiaomi, dan Huawei telah mengungkapkan keinginan yang sama.

Baca Juga: Cadangan Litium Dunia Diperkirakan Tak Bertahan Lama, Pasar Baterai Mobil Bekas Melonjak

Diketahui mobil listrik jauh lebih mudah dibuat daripada kendaraan konvensional. Meski demikian teknologi baru seperti fitur swakemudi, infotainment, dan konektivitas 5G menjadi semakin penting untuk mobil modern.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar