facebook

Presiden Joko Widodo: Diperkirakan 23 Juta Mobil dan 17 Juta Sepeda Motor Digunakan Para Pemudik Lebaran 2022

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Presiden Joko Widodo: Diperkirakan 23 Juta Mobil dan 17 Juta Sepeda Motor Digunakan Para Pemudik Lebaran 2022
Arus balik mudik Lebaran 2019. Kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintas di ruas jalan tol Cikopo - Palimanan KM 80, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (8/6/2019). Sebagai ilustrasi [Antara/M Ibnu Chazar]

Presiden imbau agar pemudik menghindari puncak arus mudik sehingga tidak terjebak kemacetan.

Suara.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan bahwa jutaan kendaraan akan melakukan perjalanan mudik.

Dalam tayangan video yang diunggah melalui akun sosial media resmi Presiden, setidaknya akan ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan digunakan para pemudik.

"Dari survei Kementerian Perhubungan akan ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan digunakan oleh para pemudik," ujar Presiden dalam video tayangan Selasa (19/4/2022).

Antrean panjang di pintu gerbang tol Cikarang Utama pada arus mudik lebaran, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (8/7/2016). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Antrean panjang di pintu gerbang tol Cikarang Utama pada arus mudik lebaran, Cikarang, Kabupaten Bekasi beberapa tahun lalu sebelum pandemi COVID-19. Sebagai ilustrasi [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Dengan demikian, beliau berharap masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik dapat menghindari puncak arus mudik agar tidak terjebak dalam kemacetan.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2022: Silakan Pulang Kampung Tanpa Randis atau Mobil Dinas

"Untuk itu saya mengajak masyarakat untuk menghindari puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi pada 28, 29 dan 30 April 2022," ungkap Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, memperkirakan jalur tol dari Bekasi, Jakarta ke arah Cikampek hingga Semarang, menjadi titik utama yang diprediksi akan terjadi kepadatan masa mudik Lebaran nanti.

Untuk itu, Menhub telah melakukan simulasi rekayasa lalu lintas sebagai uji coba. Hal ini untuk mengetahui mana yang paling efektif menekan kemacetan, dengan rasio perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas jalan (VC Ratio) yang terkecil.

"Beberapa hari ini akan dilakukan simulasi penerapan rekayasa lalu lintas, yang nantinya bisa menjadi rekomendasi yang terukur dalam pengambilan keputusan," jelas Menhub, dikutip dari laman Kementerian Perhubungan.

Menhub mengatakan, diskresi rekayasa lalu lintas di lapangan akan ditetapkan oleh Korlantas Polri.

Baca Juga: Raup Transaksi Rp 3 Triliun Lebih, IIMS Hybrid 2022 Tangkap Sinyal Positif Industri Otomotif Tanah Air

Adapun Menhub menyebut sejumlah rekayasa lalu lintas yang akan disiapkan di antaranya yaitu: contra flow, one way, dan ganjil genap.

Komentar