facebook

Peretas Berhasil Bobol Mobil Listrik Tesla dari Jarak Jauh

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Peretas Berhasil Bobol Mobil Listrik Tesla dari Jarak Jauh
Ilustrasi Bluetooth. [Shutterstock]

Perhatikan pengamanan kendaraan pribadi, sehingga kasus seperti ini bila mungkin dihindari.

Suara.com - Perkembangan teknologi turut mendorong perubahan fitur keamanan pada mobil modern. Salah satu paling banyak digunakan saat ini adalah sistem kunci yang bisa dibuka dari jarak jauh.

Hal ini sekaligus menjadi permasalahan tersendiri bagi para pembuat mobil. Pasalnya, tidak jarang sistem keamanan yang digunakan bisa dibobol peretas.

Baru-baru ini, seorang peretas memperlihatkan kerentanan teknologi Bluetooth yang digunakan pada mobil listrik Tesla. Peretas dapat dengan mudah membuka mobil dari jarak jauh.

Tesla Model Y, diabadikan di San Francisco, California, Amerika Serikat, sekitar Januari 2020 [Shutterstock].
Tesla Model Y, diabadikan di San Francisco, California, Amerika Serikat, sekitar Januari 2020 [Shutterstock].

Dalam sebuah video yang dibagikan, peneliti NCC Group, Sultan Qasim Khan mampu membuka dan kemudian mengendarai Tesla menggunakan perangkat relay kecil yang terpasang di laptop. Cara ini dilakukan untuk menghantar gelombang dari telepon pemilik ke mobil Tesla.

Baca Juga: Honda Sebar Teaser Mobil Listrik Pertamanya, Andalkan Model SUV

"Ini membuktikan bahwa setiap produk yang mengandalkan koneksi bluetooth low energy (BLE) terpercaya, rentan terhadap serangan bahkan dari belahan dunia lain," tulis perusahaan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari US News.

Meskipun Khan mendemonstrasikan peretasan di Tesla Model Y 2021, NCC Group mengatakan, kunci pintar apapun yang menggunakan teknologi BLE, termasuk kunci pintar di perumahan bisa dibuka lewat cara sama.

NCC Group mengatakan, kerentanan seperti itu tidak seperti bug tradisional yang bisa diperbaiki dengan tambalan software. Atau otentikasi berbasis BLE yang ditambahkan, pada awalnya tidak dirancang untuk digunakan dalam mekanisme penguncian.

"Akibatnya, sistem yang diandalkan orang untuk menjaga mobil, rumah, dan data pribadi mereka menggunakan mekanisme otentikasi kedekatan Bluetooth yang dapat dengan mudah dipatahkan oleh hardware murah," ungkap NCC Group.

Baca Juga: Kendala Airbag, Perusahaan Mobil Listrik Rivian Automotive Tarik Kembali 500 Unit Produknya

Komentar